Trabas Kawah Ratu Gn.Salak (Jimmy Hantu Ratu Biogen Academy II)

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh pemandu lapangan (SW pertanian) selain kemampuan dan pengetahuan tentang tumbuhan, mereka juga harus memiliki kemampuan untuk bertahan dan berbaur dengan alam. Ini yang selalu diajarkan oleh Jimmy Hantu Ratu Biogen sebelum calon pendamping lapangan (SW) diterjunkan di masyarakat dengan berbagai karakter petani dan kondisi alam Indonesia yang sangat beragam.

Tepatnya pada  tanggal 10 Juli 2018 anggota pelatihan (Jimmy Hantu Ratu Biogen Academy II) berangkat dari markas tepatnya di Kota Bogor menuju Ds.Ciasihan Kec.Pamijahan (kaki Gn.Salak). Setibanya di Ds.Ciasihan pukul 12.00 WIB, peserta bergegas menuju area camp untuk mendirikan tenda yang dibawa dari markas. Dan pada sore harinya mereka turun untuk tegur sapa dan berbaur dengan petani sekitar.

foto bersama di Curug Emas kaki Gn.Salak

Saat proses sosialisasi dengan petani, mereka dihadapkan tantangan yang cukup berat dikarenakan hampir seluruh tanaman di desa tersebut terjangkit penyakit dan hama antara lain sundep, wereng, kresek daun, padi kerdil, dll. Setelah kembali ke camp langsung berkumpul untuk sharing dan diskusi dengan sesama anggota pelatihan ataupun dengan mentor yaitu Mas.Agus Setiawan dan Bp.Edi Slamet untuk memecahkan masalah tersebut.

sosialisasi peserta pelatihan dengan petani sekitar kaki Gn.Salak

Esok harinya tepatnya pukul 06.00 WIB, mereka bersiap untuk melaksanakan kegiatan tracking menuju Kawah Ratu. Perjalanan diawali dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Bp.Edi, kemudian berjalan bersama-sama dengan penunjuk arah dari warga sekitar dan barisan paling akhir ditutup oleh pembina dari Jimmy Hantu Ratu Biogen.

Perjalanan yang cukup menantang dengan jarak tempuh 5 km dengan track yang cukup menantang, karena jalan yang kita lalui merupakan jalan yang biasa digunakan untuk pelatihan TNI (kebayang medannya seperti apa?). Dalam perjalanan ada beberapa tantangan yang harus kita lalui antara lain jalan yang curam, berbatu, licin, lumpur, dedaunan yang menutup jalan sebelum kita sampai pada titik finish Kawah Ratu.

Saat telah sampai pada Kawah Ratu, seakan rasa lelah yang kita rasakan hilang seketika dengan pesona keindahan Kawah Ratu. Setelah menikmati pesona yang disuguhkan alam kepada kami, tak lupa berfoto bersama sebelum kami kembali pada Ds.Ciasihan (kaki Gn.Salak). Kami turun dan tiba pada pukul 15.00 WIB, dan melanjutkan kegiatan bersih-bersih dan rehat sejenak untuk mempersiapkan esok hari.

foto bersama di titik akhir (Kawah Ratu Gn.Salak)

Tiba pada hari Kamis (12/07/18) saatnya membantu petani untuk mencegah dan mengobati tanaman yang terserang hama ataupun penyakit. Peserta berjalan menemui petani pada pukul 06.00 WIB dan tak lupa trisula senjata yang dibawa oleh mereka yaitu (POC Ijo Royo-Royo, NPK Jagotani Ratu Biogen, dan ZPT Ratu Biogen). Uniknya saat salah satu petani tak memiliki alat semprot, mereka mengambil inisiatif untuk menggunakan kaos dalam untuk aplikasi, apapun mereka lakukan asal petani senang ada yang membantu dan mau berkorban untuk tanaman yang dimiliki. Setelah semua selesai, mereka kembali kembali dan mempersiapkan untuk kepulangan esok hari.

berdo’a besama sebelum membantu permasalahan petani

proses aplikasi hormon Jimmy Hantu Ratu Biogen untuk tanaman

proses aplikasi hormon Jimmy Hantu ratu Biogen pada tanaman hortikultura

Pagi itu (13/07/18) kami bersiap untuk kembali ke markas Jimmy Hantu Ratu Biogen. Banyak perlajaran yang dapat kita petik saat membantu dan berbaur dengan petani ataupun saat tracking Kawah Ratu. Pukul 12.00 WIB kami tiba di markas untuk dilanjut istirahat agar esok hari segar untuk melakukan aktifitas rutin di markas besar Jimmy Hantu Ratu Biogen (Bogor).

Berbagi manfaat tulisan ini:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *