Pupuk Jimmy Hantu

now browsing by tag

 
 

Kenapa Harus Beralih Organik

Kol Jimmy Hantu

Suburnya pertanian organik ala Jimmy Hantu

Pertanyaan mendasar kenapa kita harus beralih organik dalam pemupukan? Pupuk kimia seperti Urea, ZA, SP36, KCL, NPK, Ponska dan lain-lain dalam bahasa perpupukan adalah anorganik saat ini telah menjadi pupuk andalan utama bagi masyarakt tani di Indonesia, dalam jangka pendek pupuk kimia memang bisa diandalkan sebagai pemicu untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, namun jika digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu lama penggunaan pupuk kimia justru akan menjadi bumerang bagi petani karena sifat kimiawinya akan mengikis kesuburan tanah itu sendiri.

Penggunaan pupuk kimia akan mempercepat masa tanam karena kandungan haranya akan sangat mudah dan cepat diserap langsung dalam tanah. Tetapi, dalam jangka panjang membuat tanah-tanah pertanian menjadi merana.

Sebenarnya, pupuk kimia tidak bisa diserap 100 % oleh tanah, sehingga menyisakan zat residu. Dan residu ini lah yang akan menjadikan tanah bermasalah. Jika telah kena air hujan, zat tersebut akan mengikat tanah seperti lem atau semen, dan setelah kering tanah sudah tidak akan gembur dan lebih cenderung mengeras. Lebih jauh lagi keasaman tanah jadi berubah tidak normal, dengan ketidak normalan tersebut mengakibatkan mikro organisme yang ada dalam tanah tidak mampu hidup. Padahal, tanah sangat membutuhkan mikro organisme untuk mengembalikan kesuburan tanah. Akhirnya, tanah pertanian yang sering memakai pupuk kimia tidak bisa menyediakan unsur hara secara mandiri, sudah pasti tanah tersebut akan bergantung pada pihak luar yaitu petani dan pupuk kimia.

Penggunaan pupuk kimia juga berdampak pada lingkungan, penggunaan yang terlalu banyak atau berlebihan akan mengakibatkan eutrofikasi yaitu dimana kondisi tanah kelebihan limbah fosfat (PO3-). Pupuk yang mengandung zat seperti nitrat dan fosfat. Sisa limbah tersebut akan menjadi racun untuk kehidupan perarian. Jika perairan sudah tercemar maka pertumbuhan gangang air menja berlebih dan unjungnya manjadikan perairan miskin oksigen. Kondisi ini akan mnyebabkan lingkungan yang beracun dan mempercepat kematian fauna dalam perairan.

Menyedihkanya pupuk kimia yang mengandung karbon diaksida, metana, amonia, dan juga nitrogen dapat menimbulkan pemanasan global.  Bahkan, nitrat oksida, yang merupakan produk sampingan dari nitrogen, adalah penyumbang gas rumah kaca ketiga yang paling signifikan, setelah karbon dioksida dan metana.

Kondisi ini, membuat petani Indonesia bahkan dunia menjadi dilematis, betapa tidak jika melepas pupuk kimia, kondisi tanah sudah sangat tergantung, jika tidak dilepas, kondisinya akan semakin parah. Apalagi mindset petani kita yang penting cepat panen, tidak mau berfikir generasi berikutnya.

Hipotesa yang dapat kita ambil, saat ini petani semakin tidak sejahtera. Karena petani harus menggunakan pupuk kimia secara berlebihan untuk mempertahankan kesuburan tanahnya. Tentu dengan berbiaya sangat mahal apalagi jika ditambah dengan isu subsidi pupuk, sementara hasil panen tetap sama bahkan lebih sedikit, belum lagi jika harga komoditas hancur. Ujung-ujungnya petani semakin miskin dan terpinggirkan.

Beralih ke Organik Why Not ?

Untuk Itu petani mesti diedukasi, dampak bahaya pupuk kimia. Tetapi, disisi lain petani juga harus diberikan alternatif lain pemakaian pupuk, yaitu Organik.

Menurut peraturan Kementrian Pertanian No.2 tahun 2006, pupuk organik memiliki definisi pupuk yang berfungsi melakukan pembenahan tanah, selain itu pupuk organik daoat diartikan sebagai pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

Pupuk organik memiliki beraneka ragam jenis dan varian. Jenis-jenis pupuk organik dapat dibedakan dari bahan dasarnya, metode pembuatan dan bentuknya. Dari sisi bahan dasar ada yang terbuat dari kotoran binatang, hijauan atau campuran dari keduanya. Dari sisi cara membuatnya,  ada banyak model, seperti kompos aerob, bokashi, dan lain sebagainya. Sedangakan dar sisi bentuk ada yang serbuk, cair maupun tablet atau granul.

Berikut ini adalah manfaat yang diperoleh apabila menggunakan pupuk organik:

  • Pupuk organik akan memberikan kehidupan mikroorganisme tanah yang selama ini menjadi sahabat petani dengan lebih baik.
  • Pupuk organik mampu berperan memobilisasi atau menjembatani hara yang sudah ada ditanah sehingga mampu membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh akar tanaman.
  • Unsur mikro dalam pupuk organik lebih lengkap dibanding pupuk anorganik.
  • Secara terus menerus pupuk organik memili peran dalam pelepasan hara tanah secara perlahan sehingga dapat membantu dan mencegah terjadinya ledakan suplai hara yang berlebih.
  • Dengan pupuk organik struktur tanah lebih baik artinya komposisi partikel yang berada dalam tanah lebih stabil dan cenderung meningkat karena struktur tanah sangat berperan dalam pergerakan air dan partikel udara dalam tanah, aktifitas mikroorganisme menguntungkan, pertumbuhan akar, dan kecambah biji.
  • Pupuk organik sangat membantu mencegah terjadinya erosi lapisan atas tanah yang merupakan lapisan mengandung banyak hara.
  • Pemakaian pupuk organik juga berperan penting dalam merawat/menjaga tingkat kesuburan tanah yang sudah dalam keadaaan berlebihan pemupukan dengan pupuk anorganik/kimia dalam tanah.
  • Pupuk organik berperan positif dalam menjaga kehilangan secara luas hara Nitrogen dan Fosfor terlarut dalam tanah
  • Pupuk organik membantu menjaga kelembaban tanah dan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada akar-akar tanaman, sehingga tanaman terhindar dari kekeringan.
  • Keberadaan pupuk organik yang tersedia secara melimpah dan mudah didapatkan.
  • Kualitas tanaman yang menggunakan pupuk organik akan lebih bagus jika dibanding dengan pupuk kimia sehingga tanaman tidak mudah terserang penyakit dan tanaman lebih sehat.
  • Untuk kesehatan manusia tanaman yang menggunakan pupuk organik lebih menyehatkan karena kandungan nutrisinya lebih lengkap dan lebih banyak.

Tentunya penggunaan pupuk organik perlu waktu yang cukup panjang, mengingat kondisi tanah yang sudah semakin merana. Tetapi, saat ini sudah ada teknologi pupuk organik yang mampu menjawab dan merubah kondisi tanah dan tumbuhan dengan baik dan cepat, salah satu pupuk yang menggunakan teknologi tersebut adalah Pupuk Hantu –dengan berbagai Jenis POC Ijo Royo Royo, ZPT Hantu Ratu Biogen dan NPK Jago Tani. Jadi, petani tidak perlu kawatir lagi jika beralih dari kimia menjadi organik, mudah mendapatkanya dan tentunya efisien dalam menyelesaikan masalah kesuburan tanah dan tanaman.

Nah, sebagai petani yang cerdas mari beralih dari kimiawi menjadi pengguna pupuk organik, kesajahteraan petani pasti meningkat, semoga

 

Jalan Senyap Perubahan

Kandang Jimmy Hantu

Kandang Hewan Peliharaan Jimmy Hantu membuat hati teduh mata sejuk

Bogor-JH. Ini bukan kebun binatang. Ini adalah salah satu sudut area pabrik pupuk organik–dengan merek produk pupuk hormon yang tenar,  yaitu ZPT Hantu Ratu Biogen, POC Ijo Royo-Royo, dan NPK Jago Tani- milik salah satu senior saya Bang Jimmy -biasa kami panggil- di kalangan mahasiswa dulu.

Pabrik ini berdiri di lahan seluas 5 hektar, kawasan Kecamatan Tamansari, Bogor. Pabrik ini memang tak lazim. Ada dua kandang besar berisi unggas. Satu kandang besar berisi 5 ekor kerbau plus kubangan. Satu komplek kandang kambing, dan dua petak kolam ikan.

Di antaranya terdapat petak-petak sawah dan perkebunan yang merupakan lahan praktek lapangan siswa SMK Pertanian yang juga milik senior saya tersebut. “⅔ lahan pabrik ini memang digunakan untuk aktifitas sosial,” kata Ucok salah satu staff  menjelaskan.

Tak “seangker” pabrik pada umumnya. Suasananya teduh, karyawannya yang kebanyakan merupakan masyarakat sekitar, juga terlihat kerja santai tanpa tekanan.

Lebih jauh saya korek, pola rekrutmenya pun memang tak lazim. Mayoritas pekerja di sini merupakan orang-orang “bermasalah”, baik secara sosial maupun finansial. Mayoritas adalah orang-orang yang sedang perlu pelukan di saat merasa dibuang oleh lingkungan. “Yang penting mau kerja, amanah dan memiliki komitmen untuk berubah,” tambahnya.

Tak tahu bagaimana cara dia mengelola orang bermasalah tersebut agar tetap bekerja produktif untuk perusahaan. Yang jelas ini adalah bukti kelihaiannya mengelola sumber daya manusia. Toh usahanya yang dirintis sejak tahun 2000 an tersebut, kini sudah beromzet cukup untuk sekedar menghidupi siswa-siswi dan santri tahfidz yang dikelolanya.

Bukan saya bermaksud membandingkan atau menghakimi senior atau kawan aktivis saya lainnya yang memilih jalan berbeda dalam mendorong perubahan. Toh, jalan hidup itu memang pilihan. Yang utama, seberapa besar kemanfaatannya bagi lingkungan.

Satu hal positif yang bisa saya petik dari jalan yang beliau pilih adalah jalan “senyap” perubahan. Daripada sekedar berteriak -teriak menuntut perubahan. Beliau memilih menjadi bagian dari perubahan itu sendiri. (Har)