pertanian

now browsing by category

 

POC Ijo Royo-Royo Menjadi Tangga Kesuksesan Petani Marangkayu (Kaltim)

Jum’at malam pukul 19.20 WA berbunyi, bergegas saya buka “Pak, saya baru saja panen padi seminggu yang lalu, puji Tuhan naik dua ton per hektra musim ini, padahal lahan saya kena penyakit dan juga salah aplikasi obat, terimakasih atas bantuan dan pendampingan Jimmy Hantu semua jadi lebih baik” begitu bunyi WA-nya, dan saya jawab “salam sukses untuk petani Marang Kayu, keberkahan untuk bersama” kemudian beliau menambahkan “musim tanam berikutnya kami sepakat untuk go organik mohon doa semoga Tuhan Yesus memberikan kemudahan” dan kami akhiri dengan “amin”.

Jujur secara peribadi sebagai orang biasa turun di lapangan dan bergulat dengan lumpur bersama petani, rasa haru dan bahagia menyeruak dan menggelayuti kami. Bagi orang-orang seperti kami kebahgaiaan yang paling besar adalah kesuksesan dan rasa puas petani yang luar biasa, sehingga meraka bisa mengatakan kepada anak-anaknya bahwa menjadi petani pun juga bisa sukses.

Pertanyaannya sebenarnya adalah kenapa menggunakan produk Jimmy Hantu dapat mengatasi masalah. Tentu, jawabanya tidaklah tunggal banyak faktor, Jimmy Hantu bukan satu satu-satunya, tetapi produk Jimmy Hantu adalah starter, sekali lagi starter atau pendobrak.

Kuncinya adalah produk POC Hantu Ijo Royo-Royo, ya, jika dilihat sekilas produk ini tajk ubahnya produk POC merek lain yang hanya berisi basilus sp. Tapi, yang membedakan produk Jimmy Hantu ini adalah zat pembawanya atau campuran lainya. Dengan campuran dan ramuan tertentu, membuat kinerja basilus sp yang ada dalam POC Hantu Ijo Royo-royo ini dapat menjadi pendobrak luar biasa.

Jika POC Hantu Ijo Royo-Royo dicampur dengan ZPT atau NPK Hantu maka kekuatanya akan 3 kali lipat, begitu pula jika digunakan untuk fermentasi pupuk ataupun pestisida nabati kekuatannya juga naik berkali-kali lipat. Dan sebagai tambahan informasi POC Hantu Ijo Royo-Royo ini selain mampu melipat gandakan potensi positif tetapi juga sekaligus mampu menetralkan racun maupun jamur yang negatif, kerena berdasar kan uji laboratorium POC Hantu Ijo Royo-Royo bersifat amfoteratau penengah.

Orang berfikir Jimmy Hantu, hanya berbicara hormon saja, padahal ada kekuatan tersembunyi yaitu POC Hantu Ijo Royo-Royo, memang produk ini adalah produk paling junior, tetapi potensi dan kekuatanya, sungguh dahsyat, sayang untuk dilewatkan, tak perlu banyak bicara, tanaman akan membuktikanya.

POC Hantu Ijo Royo-Royo, jelas sehari menghijaukan, itulah tagline yang kami sematkan pada produk junior Hantu kami.

Terbitnya Matahari Pertanian Toili (Sulawesi Tengah)

Lahan di wilayah Toili Kabupaten Luwuk Banggai Sulawesi Tengah, sangat luas, mayoritas dalam musim penghujan, ditanami padi. Karakter tanah yang masam, membuat toili sangat berat untuk meningkatkan hasil produksinya. Belum lagi kelangkaan pupuk hampir setiap musim terjadi.

Artinya, wilayah itu sangat rentan terjadi gagal panen. Akibatnya, tentu secara kesejahteraan petani wilayah Toili cukup memprihatinkan. Meskipun pemerintah telah menurunkan alat-alat mesin pertanian, jika hasilnya minim, tak akan membuat petani berubah menjadi sejahtera, ditambah sistem tengkulak yang sudah lazim terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Tapi, kondisi ini lambat laun telah berubah, itu dimulai semenjak sembilan bulan lalu, team Jimmy Hantu turun di Desa Tirta Sari Kecamatan Toili. Pak Rusnadi namanya, lahan padi beliau memang tidak begitu luas hanya 7.500 m2, dengan menggunakan pendekatan dan teknik Jimmy Hantu hasil yang di dapat sangat luar biasa yaitu 102 sak gabah kering panen atau setara dengan 6,6 ton, atau jika dalam hitungan satu hektar sawah adalah 8,8 ton. Dimana sebelum hanya mendapatkan 4,6 ton atau 6,1 ton dalam satu hektar, berarti satu kali tanam mendapatkan kenaikan kurang lebih 2,7 ton.

proses pemisahan gabah dari batang padi

hasil panen petani Toili

 

 

 

 

 

 

Selama satu musim tanam, Pak Rusnadi menggunakan 3 botol (3000 ml) POC Hantu, 2 botol (2000 ml) ZPT Hantu Ratu Biogen dan dimasa pembuahan 2 botol (2000 ml) NPK Hantu Jagotani. Dan pemupukan dasar dan lanjutan menggunakan pupuk subsidi urea, SP 36 dan kcl yang telah dikurang takaranya sebesar 50%.

Jika dilihat sekilas dan dibandingkan dengan hasil-hasil ditempat lain dengan menggunakan Jimmy Hantu, tentu, hasil ini masih dibawah. Tetapi, ingat sistem tanam juga sangat mempengaruhi, di wilayah Toili kebanyakan menggunakan sistem tabela (tanam tebar langsung) dan juga kondisi tanah yang masam. Tentunya dengan kondisi tersebut, membuat hasil yang berbeda.

Apapun namanya dengan kenaikan tersebut, Pak Rusnadi sudah tidak perlu lagi kawatir jika di waktu mendatang pupuk subsidi langka, dengan cara-cara yang diberikan oleh team Jimmy Hantu akan dapat membantu mnyelesaikanya. Perlu dicatat juga, dengan memakai Pupuk dari Jimmy Hantu, Pak Rusnadi telah berhemat 50 % pempupukan anorganik (subsidi) artinya dengan cara yang cukup mudah, padi tetap panen, bahkan dengan hasil yang jauh lebih baik.

Artinya, harapan masayarakat Toili akan semakin sejahtera bukan sekedar isapan jempol belaka, tetapi sudah semakin nyata, kenapa tidak untuk beralih pada yang jelas-jelas organik, yaitu Pupuk Jimmy Hantu. Cerita ini bukan sekadar dimiliki Pak Rusnadi, tetapi cerita bahagia ini adalah milik masyarakat Toili dan tentunya untuk Indonesia.

Sumber : http://jimmyhantu.com/terbitnya-matahari-pertanian-toili-sulawesi-tengah/

Menerjang Tanah Asam Kabupaten Jambi

Tanah yang asam benar menjadi momok dan beban berat bagi petani, begitu pula yang dialami oleh Pak Khairul di Desa Sungai Buluh Jambi, betapa tidak tanahnya selalu dibawah 5 PH nya. Lahan 1 hektar yang selama ini hanya mampu menghasilkan 6-7 ton semangka.

Sudah berbagai upaya coba dilakukan untuk meningkatkan PH, tetapi ternyata tidak berumur panjang, memasukkan kapur tani pun sudah dilakukan tetapi bulan berikutnya drop lagi dan lagi. Pemupukan jangan ditanya lagi, sudah habis-habisan keluhnya.

Padahal, lahan itu adalah satu-satunya sumber mata pencaharianya, dengan dua anak yang sedang sekolah SD dan SMP, tentu sangat membutuhkan dana untuk menunjang pendidikanya.

Sekitar 2,5 bulan lalu secara tidak sengaja, team Jimmy Hantu bertemu di salah satu toko pertanian wilayah Sungai Buluh ketemu dengan Pak Khairul dan secara terbuka menceritakan kondisi lahanya. Akhirnya, team langsung terjun ke lapangan, dan memeriksa kondisi lahan.

Data di lapangan ternyata sama persis dengan kondisi yang disampaikan, yaitu PH yang rendah, tanah semi gambut. Akhirnya, team Jimmy Hantu memberikan saran untuk pendampingan dari awal, supaya asam berkurang, pemupukan efektif dan efisien, serta penanggulangan penyakit juga lebih baik.

Diputuskan pada awalnya menggunakan POC Hantu Ijo Royo-Royo dengan dosis tinggi (10 ml per liter) diaplikasikan sejak awal pengolahan lahan dan penanaman (3 kali aplikasi). Dan susulan dengan menggunakan ZPT Hantu Ratu Biogen pada umur 10 hari (aplikasi 2 kali) dan ditutup dengan NPK Hantu Jagotani sebanyak 3 kali. Tentunya, tidak lupa memberikan pemupukan dasar yang baik dengan menggunakan kohe fermentasi (dengan POC Hantu Ijo Royo-Royo).

Dengan sabar dan teliti Pak Khairul tanggal 10 April 18 kemarin dapat tersenyum lebar, karena dengan 1 hektar lahan dapat menghasilkan 20 ton semangka. Meskipun sebenarnya potensi jika tanah normal dan pemupukan yang baik tanah tersebut bisa mendapatkan 40-50 ton. Tentunya dengan hasil tersebut beliau mendapatkan hasil 3 kali lipat dari biasanya.

Sumber : http://jimmyhantu.com/menerjang-tanah-asam-kabupaten-jambi/

Padi 11 Ton Menimpa Petani

Panen Padi 11 Ton

Tak usah khawatir, petani yang tertimpa padi 11 ton tidak mengalami luka-luka ataupun cidera parah. Justru petani merasakan kebahagiaan yang amat mendalam, pasalnya lahan padi yang biasanya hanya panen 6-8 ton melambung menjadi 11,2 ton. Hal ini bukan tiba-tiba atupun “magic”.

Pertanyaan ini sering muncul dalam benak kita. Data statistik menunjukkan rata-rata panen padi adalah 6 ton per hektar. Tetapi, bagi petani di Wilayah Paketelu Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, itu bukan sebuah mimpi. 29 Maret 2018 yang lalu mimpi tersebut menjadi nyata, mereka mampu mewujudkannya dengan panen 11,2 ton per hektarnya, dengan jenis padi inpari 7.

Yang menambah kagum lagi dalam musim tanam kedua ini, mereka menggunakan full organik. Alias tidak menggunakan pemupukan anorganik sama sekali, begitu juga dengan pestisidanya, semua adalah organik.

Keberanian itu bukanlah datang secara tiba-tiba, tetapi proses yang cukup panjang. Sebenarnya pendekatan di wilayah paketelu sudah dimulai semenjak Juli 2017. Dimana team Jimmy Hantu mulai turun dan mengajak bicara kepada kelompok tani wilayah tersebut. Mas Okta biasa dipanggil, penuh kegigihan meyakinkan bagaimana dalam kehidupan ini mesti berubah jika petani ingin maju dan kaya.
Pelan-pelan dengan lahan yang terbatas team Jimmy Hantu memberikan contoh bagaimana kita menggunakan cara-cara yang beradab yang lentur dengan alam. Menggunakan produk Jimmy Hantu dari pengolahan lahan sampai panen menunjukkan kondisi lahan semakin baik, dan hasil panen yang meningkat.

Dari lahan kecil yang telah dikembanngkan oleh team Jimmy Hantu tersebut, petani di Paketelu akhirnya tertarik mencoba menggunakanya. Biasanya wilayah tersebut tidak lebih dari 6 ton per hektar setiap kali Panen. Di musim tanam pertama mereka masih menggunakan pemupukan semi oprganik dengan menurunkan dosis pemupukan kurang lebih sekitar 35% plus menggunakan Jimmy Hantu, hasilnya pun luar biasa naik menjadi 8,5 ton per hektar.

Akhirnya, dalam musim tanam kedua mereka benar-benar menerapkan full organik dan menggunakan pendekatan model Jimmy Hantu, hasilnya wow begitu luar biasa, 11,2 ton. Bahkan dalam panen ini, Wakil Bupati Tanah Bumbu bersama dengan kepala dinas pertanian, karena mendengar bahwa hasil panen di wilayah Paketelu naik pesat.

Penyambutan Wakil Bupati Tanah Bumbu

Kedatangan Wakil Bupati Tanah Bumbu

Jika sudah demikian petani berdasi hanya menunggu waktu saja. Go Go Petani Indonesia pasti bisa.

Sumber : http://jimmyhantu.com/padi-11-ton-menimpa-petani/

Manfaat Biji Mahkota Dewa Sebagai Pestisida Alami

Biji dari tanaman mahkota baladewa merupakan bagian tanaman yang memiliki kandungan racun cukup tinggi. Kandungan utama yang terdapat pada tanaman ini ialah saponin. Senyawa ini telah diteliti dan diketahui sangat efektif untuk pengendalian hama keong mas, yang kita tau sebagai salah satu hama pada tanaman padi.

Dari hasil beberapa penelitian menunjukan bahwa ekstrak dari biji tanaman mahkota dewa memiliki tingkat efektifitas lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak rerak jika dimanfaatkan sebagai molukisida nabati. Hal ini disebabkan karena kandungan saponin yang dimiliki oleh tumbuhan mahkota baladewa lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan yang dimiliki oleh tanaman rerak.

Selain memiliki sifat moluskisidal, saponin juga bersifat fungisidal, baterisidal, dan antiviral. Selain dimanfaatkan untuk pengendalian keong pada tanaman padi. Diharapkan tumbuhan mahkota baladewa juga dapat dimanfaatkan sebagai pengendali OPT lain yang kerap kali menyerang tanaman padi.

Untuk pembuatan pestisida nabati dari tanaman mahkota baladewa cukup mudah.
– Giling atau tumbuk 100gr biji mahkota baladewa hingga halus.
– Rendam biji yang telah halus dalam 250 ml air selama 24 jam.
– Saring air tersebut agar tidak menyumbat pada nozel penyemprot.
– Tambahkan 50ml minyak tanah/solar dan 5-10gr sabun colek.
– Aduk hingga homogen.
– Larutkan dalam 10 liter air.
– Tambahkan POC Ijo Royo-Royo 10ml/2l air
– Pestisida nabati siap digunakan.

Secara umum pemanfaatan pestisida nabati memiki prospek yang cukup menjanjikan. Hal ini cukup relevan karena proses pembuatan formula ini tidak membutuhkan teknologi tinggi dan bahan aktif yang dimiliki mudah terurai (bio-degradable) sehingga memiki sifat yang bersahabat dengan lingkungan dan tidak membahayakan bagi manusia.

Pestisida nabati memiliki peran sebagai penghambat nafsu makan pada serangga. Sehingga dapat meminimalisir kerusakan pada tanaman. Keunggulan lain yang dimiliki pestisida nabati yaitu memiliki spectrum pengendalian dengan cakupan yang cukup luas dan dapat digunakan sebagai pengendalian hama yang telah resisten terhadap insektisida sintetis. Karena memiliki tingkat toksisitas terhadap mamalia cukup rendah. Maka dari itu insektisida nabati ini sangat aman bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan.

Perhitungan Perkiraan Produksi Padi “Jimmy Hantu”

Dalam hal budidaya padi, hasil panen yang berlipat ganda dari hitungan normal menjadi impian yang dimiliki oleh petani padi. Mayoritas petani belum menguasai teknik perhitungan dalam budidaya padi yang mereka garap. Selama ini petani melakukan perkiraan produksi hanya dengan pengamatan visual dan penaksiran produksi oleh pemborong yang cenderung memiliki hasil subjektif dan tingkat keakuraatan sangat kecil.

Ada beberapa metode ilmiah yang dapat digunakan untuk melakukan metode perkiraan produksi padi. Kami akan memberikan uraian 2 metode sederhana yang sering digunakan untuk menentukan dan perkiraan produksi padi.

  1. Metode Ubinan

Metode ini paling sering digunakan untuk memperkirakan produksi padi. Metode umbinan menggunakan sampling dari hasil panen dengan luas tertentu (2,5 x 2,5 m). Metode ini sering dilakukan petugas dari dinas pertanian ataupun petugas dari perusahaan pestisida, pupuk, alsintan petanian untuk pengukuran produksi pada saat kegiatan panen raya ataupun kegiatan besar lainnya. Pada metode ini dilakukan pada padi yang sudah siap dipanen. Waktu yang  biasa digunakan untuk teknik ini pukul 09.00 – 12.00.

Alat utama yang digunakan untuk metode ini, antara lain :

  1. Square umbinan (uk 2,5 x 2,5 m), atau menggunakan alternatif  tali, bambu, dan besi berukuran 4 persegi.
  2. Ukuran yang digunakan harus sesuai dengan jarak tanam padi yang dipakai (lihat di tabel).Faktor Pengali
  3. Alat untuk panen (arit dan sabit bergerigi).
  4. Terpal untuk penampungan hasil panen.
  5. Alat perontok gabahbermesin ataupun manual.
  6. Alat timbang (gantung / duduk).
  7. Tampah
  8. Karung.
  9. Alat tulis.

Cara melakukan metode ini :

  • Tentukan 2 atau 3 titik lokasi ubinan pada lahan yang akan diukur secara acak.
  • Jangan menggunakan tanaman padi yang berada pada bagian pinggir/tepi sebagai titik sampling ubinan.
  • Tempatkan square ubinan pada titik yang telah ditentukan. Perhatikan batas titik tepi alat ubinan diusahakan berada pada titik tepi rumpun padi.
  • Panen per titik bagian yang sudah ditandai alat ubinan.
  • Letakkan hasil panen pada terpal, kemudian rontokkan.
  • Pisahkan gabah dengan jerami menggunakan tampah dan masukkan dalam karung.
  • Timbang dan lakukan pencatatan pada setiap titik hasil ubinan.
  • Lakukan kembali langkah-langkah diatas untuk titik lainnya.

Cara menghitung :

  1. Pada setiap titik mendapatkan data sebagai berikut
    • Titik 1 : 5,5 kg
    • Titik 2 : 4,5 kg
    • Titik 3 : 5 kg
    • Rata-rata : 5 kg
  2. Jarak tanam padi digunakan untuk menentukan faktor pengali hasil ubinan. Contoh jarak tanam (25 x 25 cm), maka faktor pengalinya adalah 1600 (lihat tabel).
  3. Rumus Umbinan :
    • Perkiraan Produksi = Bobot ubinan x faktor pengali
    • Perkiraan Produksi = 5 kg x 1.600 = 8.000 kg = 8 Ton
  1. Metode Perhitungan 4 Faktor Komponen Produksi

Perkiraan produksi juga bisa dihitung dengan menggunakan perhitungan 4 faktor komponen produksi, yaitu :

  1. Ukuran jarak tanam
  2. Jumlah anakan produktif per rumpun
  3. Jumlah bulir per malai
  4. Bobot per 1000 bulir

Teknik perhitungan menentukan 4 faktor tersebut adalah sebagai berikut :

  • Perhitungan pada metode umbian dilakukan pada saat tanaman menjelang masapanen, dan bisa juga dilakukan saat jauh hari sebelum tanaman dipanen, sehingga lebih fleksibel dalam melakukan pengukurannya (dengan catatan, jika dilakukan sebelum waktu panen, perhitungan parameter bobot 1000 butir menggunakan bobot standar bulir panen, yaitu sekitar 25 – 30 gram per 1000 butir)
  • Ukuran jarak tanam digunakan untuk menentukan populasi tanaman per hektar.
  • Populasi dihitung dengan rumus = 10.000/(jarak tanam dalam meter)
  • Jumlah populasi per hektar setiap jarak tanam yang digunakan, dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
    No Cara dan jarak tanam Populasi (ha)
    1 Tegel 20 cm x 20 cm 250.000
    2 Tegel 22 cm x 22 cm 206.611
    3 Tegel 25 cm x 25 cm 160.000
    4 Legowo 2:1 (10 cm x 20 cm ) 333.333
    5 Legowo 3:1 (10 cm x 20 cm ) 375.000
    6 Legowo 4:1 (10 cm x 20 cm ) 400.000
    7 Legowo 2:1 (12,5 cm x 25 cm ) 213.000
    8 Legowo 3:1 (12,5 cm x 25 cm ) 240.000
    9 Legowo 4:1 (12,5 cm x 25 cm ) 256.000
  • Jumlah anakan produktif ditentukan dengan cara menghitung jumlah anakan yang mengeluarkan malai
  • Jumlah bulir per malai ditentukan dengan menghitung rata-rata jumlah bulir setiap malai pada rumpun/tanaman sampling
  • Bobot 1000 butir dihitung dengan menimbang bobot 1000 butir gabah dari masing-masing tanaman/rumpun sampling.

Cara perhitungan metode 4 faktor komponen produksi, sebagai berikut :

  • Menentukan 2 lokasi atau titik (titik 1 dan titik 2).
  • Jumlah populasi atau rumpun jika jarak tanam 25×25 cm adalah 160.000 rumpun/Ha
  • Misal lokasi 1:
    – Jumlah anakan per rumpun ada 14 anakan
    – Jumlah bulir per malai ada 118 bulir
    – Jumlah gram per 1000 bulir –> misal rata-rata sekitar 25 gram
  • Misal lokasi 2 :
    – Jumlah anakan per rumpun ada 16 anakan
    – Jumlah bulir per malai ada 110 bulir
    – Jumlah gram per 1000 bulir –> contoh rata-rata 35 gram
  • Rata-rata dari kedua lokasi adalah:
  • – Jumlah anakan (rumpun) = (14+16):2   = 15 anakan
    – Jumlah bulir (malay) = (118+110):2   = 114 bulir
    – Jumlah gram (1000 bulir)    = (25+35):2   = 30/1000 bulir

Rumus  = (jumlah rumpun per Ha) x (jumlah anakan) x (jumlah bulir) x (berat per 1000 bulir)

= (160.000) x (15) x (114) x (30/1000)
= 8.208.000 gram = 8.208 kg/Ha
= 8,208 ton/Ha GKP

Data  diatas merupakan haasil dari beberapa rangkuman dan riset. Semoga bermanfaat dan menjadikan panen anda melimpah.

Cegah Sundep Sebelum Porak-Poranda

Penggerek batang padi putih (Scirpophaga innotata Walker, 1863) adalah ngengat yang termasuk dalam suku crambidae. Larva hewan ini menjadi hama penting dalam budidaya padi. Gejala yang ditemukan sebelum padi berbunga disebut sebagai sundep dan gejala serangan yang dilakukan setelah malai keluar dikenal sebagai beluk” atau “kaper”. Ia ditemukan di Asia tropika, seperti di Indonesia, Pakistan, Filipina, maupun Australia tropika (di bagian utara).

Dalam dunia pertanian, serangga bernama “penggerek” batang padi atau nama lain dalam beberapa daerah. Bisa saja terjadi dari tahap persemaian hingga masa perkembangan. Dalam beberapa kasus didapati lebih dari satu jenis serangga ini yang menyerang padi. Proses penyerangan serangga ini terjadi  bergantian, mengakibatkan kesulitan melakukan pencegahan oleh sebagian petani.

Hama ini menyerang hampir sepanjang tahun di hampir seluruh wilayah indonesia, dengan berbagai populasi padi. Pada tahun 1998 serangan mencapai angka 20,5% dengan luas daerah mencapai 151.577 ha. Berkutang derastis pendapatan yang diakibatkan serangan hama pada tanaman pada fase vegetatif tidak terlalu besar karena tanaman masih dapat melakukan pembaharuan dengan pembentukan anakan baru.

Simulasi saat memasuki fase vegetatif, tanaman dapat melakukan pembaharuan akibat kerusakan dari serangan hama hingga 30%. Tanda-tanda serangan hama  penggerek pada  saat memasuki fase generatif ditandai  dengan munculnya bercak putih dan hampa yang biasa petani menyebutnya dengan beluk. Kerugian hasil yang  terjadi karena serangan hama ini berkisar 1-3%. Kerugian besar terjadi apabila penerbangan ngengat bersamaan dengan tanaman padi yang memasuki masa “bunting”.

Ulat dari hama pengerek ini, ulatnya hidup dalam batang padi. Pada fase  selanjutnya penggerek akan berubah menjadi ngengat yang berwarna coklat ataupun kuning. Kasus yang sering terjadi yaitu dalam 1 anakan terdapat 1 larva. Serangga ini aktif pada malam hari (nocturnal). Larva betina biasanya akan menghasilkan 3 massa telur antara 7-10 hari pada fase kehidupan serangga dewasa. Masa telur serangga penggerek berbentuk cakram tertutup oleh bulu-bulu berwarna coklat terang dari jenis kelamin betina. Pada setiap masa telur terdapat sekitar 100 telur.

Dengan mengidentifikasi gejala-gejala serangan ini, waktu serangan, dan jenis serangga yang menyerang, akan lebih mudah untuk mengambil langkah penanganan cukup mudah. Pengendalian bisa menggunakan beberapa gabungan teknik pengendalian yang saling berhubungan.

Untuk dapat menekan populasi hama tersebut, dengan langkah pengelolaan tanaman, lingkungan sekitar, dan musuh alami. Jika langkah-langkah tersebut dilakukan dengan benar akan dapat memaksimalkan penekanan populasi hama tersebut, secara otomatis akan menyelamatkan padi milik kita.

Berikut beberapa point penting dalam usaha penekanan populasi hama penggerek :

  1. Kultur Praktis
  • Varietas

Walaupun belum ada  jenis / varietas yang tahan pada serangan serangga ini. Namun ada beberapa tanaman yang memiliki sifat cenderung kurang disukai oleh serangga penggerek, menjadikan prosentase serangan pada varietas ini menjadi kecil.

Varietas yang berkarakter semi-kerdil adalah salah satu varietas yang kurang disukai serangga ini. Varietas ini memiliki batang yang pendek, lapisan lignin tebal yang terdapat pada  jaringan batang serta pelepah daun, dengan besarnya sel silika yang dimiliki.

Selain varietas yang kurang disukai serangga penggerek, varietas yang memiliki keunggulan dapat bereproduksi anakan lebih banyak merupakan alternatif penanganan pada serangan penggerek.

  • Waktu Tanam

Tepat dalam waktu penanaman merupakan  langkah untuk meminimalisir serangan hama ini. Karena pada waktu-waktu tertentu penerbangan serangga ini sangat banyak, maka pada waktu lainnya penerbangan serangga ini akan jauh lebih sedikit. Dalam setahun daerah yang memiliki iklim tropis dapat melakukan proses penanaman sebanyak 2-3 kali dalam setahun. Langkah terbaik adalah dengan mengamati penerbangan sundep sebelum melakukan proses tanam. Langkah terbaik dalam proses semai ialah 5-10 hari setelah terjadi puncak penerbangan serangga ini.

Jika tak dapat mengamati proses punccak penerbangan tersebut. Kita dapat mengikuti kalender tanam (pranata mangsa) yang telah ada. Karena kalender tersebut memiliki acuan setelah puncak penerbangan serangga ini.

  • Rotasi

Pada daerah yang beriklim tropis yang terdapat dua musim, memiliki pola umum yang terjadi pada akhir tahun masuk pada masa tanam bere ataupun palawija. Untuk menghindari serangan ini bisa dilakukan rotasi pada tanaman. Dengan menanam secara bergantian komoditas selain padi, berguna sebagai pemutus siklus hidup serangga  ini. Contoh sebagai berikut : (padi,palawija,palawija) atau (padi,palawija,bera).

Langkah  ini  dapat diaplikasikan pada lahan yang menggunakan sistem setengah teknik atupun lahan yang menggunakan sistem tdah hujan. Dan untuk lahan yang memiliki sistem irigasi sebaiknya menggunakan sistem rotasi berkala.

  • Tanah dan Penggenangan

Langkah dalam pengolahan tanah yang tepat dengan merubah lapisan tanah hingga sisa tanaman terpendam, dan digenangi air selama beberapa hari agar larva yang tertinggal yang ada di dalam batang mati dan telur akan gagal untuk menjadi ngengat.

  • Lahan

Sanitasi lahan merupakan hal yang penting untuk proses pembersihan lahan tanam dari serangan sundep/beluk dengan prosentase sedang hingga berat. Langkah yang dilakukan yaitu pemotongan sisa  tanaman hingga pangkal dari batang pohon tersebut, agar pupa yang tertinggal ataupun bertempat tinggal dipangkal batang akan mati.

  1. Pengendalian Mekanik
  • Pemungutan Telur

Tahapan pegendalian kali ini merupakan proses pengambilan telur di persemaian. Langkah ini cukupefektif untuk mencegah sundep yang sedang atau baru pindah (transplantasi).

Keuntungan menggunakan langkah ini sebagai berikut :

  1. Mudah dilakukan untuk lahan semai yang memiliki ukuran terbilang sempit, sebelum tanaman dipindahkan di lahan tanam.
  2. Langkah ini efektif untuk pembersihan pada telur larva yang berjumlah sekitar 200 telur.
  3. Proses pemindahan dari lahan semai ke lahan tanam mengakibatkan tanaman kembali untuk beradaptasi, sehingga mudah diserang oleh larva.
  • Perangkap

Lampu merupakan salah satu perangkap yang sering digunakan untuk ngengat, mengingat serangga ini memiliki ketertarikan terhadap cahaya. Dan siapkan bak  berisi air agar ngengat yang terjatuh diarea lampu akan masuk ke dalam bak yang berisi air. Manfaat lain dari lampu ini adalah untuk menjadi pusat perhatian serangga-serangga lain yang terdapat di area lahan tersebut.

Langkah ini terbilang efektif untuk membaca siklus hama serangga yang menyerang lahan pertanian. Dianjurkan memilih lampu yang berwarna violet untuk lebih menarik serangga  yang adadisekitar area lahan.

  1. Pengendalian Biologi

Langkah ini merupakan pengendalian dengan musuh alami serangga: tersebut antara lain : parasitoid, virus patogenik, dan predator. Pemanfaatan predator dapat menggunakan jangkrik, kelelawar, ataupun laba-laba

Tumbuhan yang berjenis (trichogoramma sp) dapat digunakan sebagai musuh serangga ini. Fungsi dari tumbuhan ini akan menjadi parasit telur serangga penggerek.  Cendawa bisa dimanfaatkan untuk membersihkan serangga tersebut, memiliki virus dan jamur entomopatogenik yang menjadikan tubuh serangga sebagai inang untuk berkembang.

Pengendalian biologis ini cukup banyak digunakan dalam pertanian organik dikarenakan proses penakanan pada serangga cukup kuat, dan tidak berakibat buruk pada tanaman, dan tidak mengganggu ekosistem lingkungan. Langkah ini dapat menggunakan tanaman matahari pada sekitar lahan untuk mencegah serangga.

  1. Pengendalian Kimia & Pupuk Hantu

a. Jenis

Pestisida merupakan keseluruhan bahan yang dapat mematikan (cide) pengganggu (pest). Jenis yang sering digunakan sebagai pengendalian serngga yang menyerang batang padi ialah Insektisida. Jenis insektisida untuk pengendalian ini  antara lain : butiran, cair, ataupun tepung.

b. Sasaran

fase yang dapat dikendalikan dengan insektisida ialah jika penggerek baru memasuki fase larva dan nganget.Penggunaan insektidsida yang memiliki cara sistemikdengan translokasi ke seluruh jaringan. Untuk padi yang masih tergolong muda, atau jika larva yang menyerang baru memasuki fase awal menetas dari kelompok telur.

c. Waktu

Waktu yang tepat untuk proses pembasmian adalah ketika larva baru menetas dari kelompok telurnya. Pengamatan berkala harus dilakukan untuk mengetahui perkembangan larva. Untuk langkah tepat dalam proses pengaplikasian dengan cara membawa kelompok telur larva yang ditemukan di area lahan untuk mengamati proses penetasannya. Untuk aplikasi insek semprot, paling bagus jika dilakukan pada pagi hari, karena saat-saat tersebut  adalah waktu terbukanya mulut daun, sehingga insek dapat diserap sempurna.

d. Dosis

Campurkan insek dosis rekomendasi pabrikan dengan POC IJO ROYO-ROYO (6 tutup botol, ZPT HANTU RATU BIOGEN (4 tutup botol), dan NPK JAGO TANI (4 tutup botol) untuk satu tangki penyemprotan / 15 liter air.

e. Aplikasi

Semrotkan cairan tersebut pada tumbuhan padi secara merata. Penyemprotan paling efektif pada pagi hari  agar diserap dengan maksimal. Untuk rekomendasi aplikasi jika tanaman sudah mulai terserang tanda-tanda sundep, sebaiknya penyemprotan 3 hari sekali.

Rangkuman diatas adalah sedikit  tips dari kami, semoga dapat membantu Anda untuk menangani salah satu hama yang menjadi momok para petani. Terus berusaha dan konsisten untuk mendapat hasil terbaik.

Kunjungan Team Penggerak PKK Bondowoso

Cengkrama riang, tanpa sekat ciri khas Jimmy Hantu dengan siapapun.

Jimmy Hantu -JH. Hujan rintik-rintik membasahi bumi Nyalindung sejak dari pagi (27/11/17). Belasan ibu-ibu -tentunya ada bapak-bapak yang menemani, berkumpul dan ngobrol bersama sang maestro dunia pertanian Indonesia, yaitu Jimmy Hantu. Ibu-ibu ini bukan sembarang Ibu tetapi team penggerak PKK kebutapaten Bondowoso, romobongan ini dipimpin langsung oleh sang wakil ketua PKK Ibu Sekda Bupati Bondowoso, Sumariyati Hidayat.

Antusiasme terlihat dari wajah Ibu-ibu penggerak PKK ini, betapa tidak, di lingkungan Jimmy Hantu, mereka bisa melihat langsung bagaimana serunya mengelola lahan sampah dan juga aneka tumbuhan menjadi makanan yang menyehatkan dan tidak harus berbiaya mahal.

“Ibu-ibu ini adalah soko guru bangsa, dibutuhkan kreatifitas dan keberanian dalam mengolala keluarga dan juga lingkungan sekitar” ujar Ibu Sekda. “Di Jimmy Hantu, kami merasa tercerahkan kembali, untuk membangun wilayah Bondowoso, tidak harus melulu mengerjakan hal-hal besar, justru berangkat dari hal-hal yang kecil, yaitu keluarga dan lingkungan” tambahnya lagi.

Keceriaan bersama dengan Jimmy Hantu, tak akan perbnah sirna dan hilang.

Iya, di Jimmy Hantu memiliki prinsip pupuk rakyat, pakan rakyat dan pangan rakyat, dimana kemandirian dapat diciptakan dari hal-hal yang kecil, bagaimana rakyat bisa berdaya dengan apa yang ada disekelilingnya, tanpa harus mengemis apalagi harus mengimpor barang-barang dari luar.

“Saya selaku penggerak PKK Bondowoso mengundang team Jimmy Hantu untuk membantu gerakan PKK bagaimana memanfaatkan lingkungan sekitar menjadi hal-hal yang produktif” pinta Ibu Sumariyati. Bak gayung bersambut Pak Jimmy juga menyampaikan “insyallah dengan tangan terbuka dan demi Indonesia yang berdaulat pangan, kami siap”

Setelah puas ngobrol dan menikmati menu kampung ala Bogor. Team penggerak PKK berjalan-jalan menyusuri kebun Jimmy Hantu diiringi hujan rintik. Semua bisa makan jeruk, olahan kue dan cake berbahan baku bonggol pisang, dan tepung ubi Hantu. Akhirnya semua senang dan bahagia.

Kenapa Harus Beralih Organik

Kol Jimmy Hantu

Suburnya pertanian organik ala Jimmy Hantu

Pertanyaan mendasar kenapa kita harus beralih organik dalam pemupukan? Pupuk kimia seperti Urea, ZA, SP36, KCL, NPK, Ponska dan lain-lain dalam bahasa perpupukan adalah anorganik saat ini telah menjadi pupuk andalan utama bagi masyarakt tani di Indonesia, dalam jangka pendek pupuk kimia memang bisa diandalkan sebagai pemicu untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, namun jika digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu lama penggunaan pupuk kimia justru akan menjadi bumerang bagi petani karena sifat kimiawinya akan mengikis kesuburan tanah itu sendiri.

Penggunaan pupuk kimia akan mempercepat masa tanam karena kandungan haranya akan sangat mudah dan cepat diserap langsung dalam tanah. Tetapi, dalam jangka panjang membuat tanah-tanah pertanian menjadi merana.

Sebenarnya, pupuk kimia tidak bisa diserap 100 % oleh tanah, sehingga menyisakan zat residu. Dan residu ini lah yang akan menjadikan tanah bermasalah. Jika telah kena air hujan, zat tersebut akan mengikat tanah seperti lem atau semen, dan setelah kering tanah sudah tidak akan gembur dan lebih cenderung mengeras. Lebih jauh lagi keasaman tanah jadi berubah tidak normal, dengan ketidak normalan tersebut mengakibatkan mikro organisme yang ada dalam tanah tidak mampu hidup. Padahal, tanah sangat membutuhkan mikro organisme untuk mengembalikan kesuburan tanah. Akhirnya, tanah pertanian yang sering memakai pupuk kimia tidak bisa menyediakan unsur hara secara mandiri, sudah pasti tanah tersebut akan bergantung pada pihak luar yaitu petani dan pupuk kimia.

Penggunaan pupuk kimia juga berdampak pada lingkungan, penggunaan yang terlalu banyak atau berlebihan akan mengakibatkan eutrofikasi yaitu dimana kondisi tanah kelebihan limbah fosfat (PO3-). Pupuk yang mengandung zat seperti nitrat dan fosfat. Sisa limbah tersebut akan menjadi racun untuk kehidupan perarian. Jika perairan sudah tercemar maka pertumbuhan gangang air menja berlebih dan unjungnya manjadikan perairan miskin oksigen. Kondisi ini akan mnyebabkan lingkungan yang beracun dan mempercepat kematian fauna dalam perairan.

Menyedihkanya pupuk kimia yang mengandung karbon diaksida, metana, amonia, dan juga nitrogen dapat menimbulkan pemanasan global.  Bahkan, nitrat oksida, yang merupakan produk sampingan dari nitrogen, adalah penyumbang gas rumah kaca ketiga yang paling signifikan, setelah karbon dioksida dan metana.

Kondisi ini, membuat petani Indonesia bahkan dunia menjadi dilematis, betapa tidak jika melepas pupuk kimia, kondisi tanah sudah sangat tergantung, jika tidak dilepas, kondisinya akan semakin parah. Apalagi mindset petani kita yang penting cepat panen, tidak mau berfikir generasi berikutnya.

Hipotesa yang dapat kita ambil, saat ini petani semakin tidak sejahtera. Karena petani harus menggunakan pupuk kimia secara berlebihan untuk mempertahankan kesuburan tanahnya. Tentu dengan berbiaya sangat mahal apalagi jika ditambah dengan isu subsidi pupuk, sementara hasil panen tetap sama bahkan lebih sedikit, belum lagi jika harga komoditas hancur. Ujung-ujungnya petani semakin miskin dan terpinggirkan.

Beralih ke Organik Why Not ?

Untuk Itu petani mesti diedukasi, dampak bahaya pupuk kimia. Tetapi, disisi lain petani juga harus diberikan alternatif lain pemakaian pupuk, yaitu Organik.

Menurut peraturan Kementrian Pertanian No.2 tahun 2006, pupuk organik memiliki definisi pupuk yang berfungsi melakukan pembenahan tanah, selain itu pupuk organik daoat diartikan sebagai pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

Pupuk organik memiliki beraneka ragam jenis dan varian. Jenis-jenis pupuk organik dapat dibedakan dari bahan dasarnya, metode pembuatan dan bentuknya. Dari sisi bahan dasar ada yang terbuat dari kotoran binatang, hijauan atau campuran dari keduanya. Dari sisi cara membuatnya,  ada banyak model, seperti kompos aerob, bokashi, dan lain sebagainya. Sedangakan dar sisi bentuk ada yang serbuk, cair maupun tablet atau granul.

Berikut ini adalah manfaat yang diperoleh apabila menggunakan pupuk organik:

  • Pupuk organik akan memberikan kehidupan mikroorganisme tanah yang selama ini menjadi sahabat petani dengan lebih baik.
  • Pupuk organik mampu berperan memobilisasi atau menjembatani hara yang sudah ada ditanah sehingga mampu membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh akar tanaman.
  • Unsur mikro dalam pupuk organik lebih lengkap dibanding pupuk anorganik.
  • Secara terus menerus pupuk organik memili peran dalam pelepasan hara tanah secara perlahan sehingga dapat membantu dan mencegah terjadinya ledakan suplai hara yang berlebih.
  • Dengan pupuk organik struktur tanah lebih baik artinya komposisi partikel yang berada dalam tanah lebih stabil dan cenderung meningkat karena struktur tanah sangat berperan dalam pergerakan air dan partikel udara dalam tanah, aktifitas mikroorganisme menguntungkan, pertumbuhan akar, dan kecambah biji.
  • Pupuk organik sangat membantu mencegah terjadinya erosi lapisan atas tanah yang merupakan lapisan mengandung banyak hara.
  • Pemakaian pupuk organik juga berperan penting dalam merawat/menjaga tingkat kesuburan tanah yang sudah dalam keadaaan berlebihan pemupukan dengan pupuk anorganik/kimia dalam tanah.
  • Pupuk organik berperan positif dalam menjaga kehilangan secara luas hara Nitrogen dan Fosfor terlarut dalam tanah
  • Pupuk organik membantu menjaga kelembaban tanah dan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada akar-akar tanaman, sehingga tanaman terhindar dari kekeringan.
  • Keberadaan pupuk organik yang tersedia secara melimpah dan mudah didapatkan.
  • Kualitas tanaman yang menggunakan pupuk organik akan lebih bagus jika dibanding dengan pupuk kimia sehingga tanaman tidak mudah terserang penyakit dan tanaman lebih sehat.
  • Untuk kesehatan manusia tanaman yang menggunakan pupuk organik lebih menyehatkan karena kandungan nutrisinya lebih lengkap dan lebih banyak.

Tentunya penggunaan pupuk organik perlu waktu yang cukup panjang, mengingat kondisi tanah yang sudah semakin merana. Tetapi, saat ini sudah ada teknologi pupuk organik yang mampu menjawab dan merubah kondisi tanah dan tumbuhan dengan baik dan cepat, salah satu pupuk yang menggunakan teknologi tersebut adalah Pupuk Hantu –dengan berbagai Jenis POC Ijo Royo Royo, ZPT Hantu Ratu Biogen dan NPK Jago Tani. Jadi, petani tidak perlu kawatir lagi jika beralih dari kimia menjadi organik, mudah mendapatkanya dan tentunya efisien dalam menyelesaikan masalah kesuburan tanah dan tanaman.

Nah, sebagai petani yang cerdas mari beralih dari kimiawi menjadi pengguna pupuk organik, kesajahteraan petani pasti meningkat, semoga

 

Naga Langitan

naga langitan
Buah Naga merupakan bahan baku Naga Langitan, ia aman dikonsumsi perempuan hamil dan menyusui. Berikut ini enam manfaat buah naga bagi kesehatan tubuh seperti dilansir Medical Daily:
1. Anti-penuaan
Kandungan antioksidan dalam buah naga mampu menjaga kekencangan kulit dan melawan radikal bebas yang menjadi penyebab kanker.
Selain itu, buah yang tergolong buah-buahan tropis ini kaya kandungan vitamin C.
Ahli gizi yang juga pendiri Meehan Formulations,
Kevin Meehan, mengatakan, beberapa zat penting yang dibutuhkan sel-sel tubuh antara lain fosfor dan fosfolipid. Kedua zat ini dapat mencegah penuaan dini.

2. Mencegah kanker
Selain mengandung vitamin C, buah naga mengandung karotein, yang mampu menghalangi pertumbuhan tumor di tubuh.
Tak hanya itu, kandungan likopen di buah naga yang berwarna merah diketahui menurunkan risiko kanker prostat. Hal ini disebutkan dalam sebuah studi di Asian Pacific Journal of Cancer Prevention pada 2011. Studi itu menunjukkan, asupan likopen kurang dari 2,4 mikrogram per hari bisa meningkatkan risiko kanker prostat. Sedangkan asupan yang lebih tinggi baik dari buah-buahan, sayuran, maupun makanan lain yang kaya akan likopen ditambah aktivitas fisik secara signifikan dapat mengurangi risiko kanker.
Kulit buah naga pun ternyata kaya akan polifenol, yang bisa melindungi tubuh dari berbagai bentuk kanker.

3. Menurunkan kadar kolesterol jahat
Buah naga dapat dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Sebuah studi dalam jurnal Pharmacognosy Research pada 2010 menemukan, konsumsi buah naga bisa menurunkan risiko berkembangnya penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
Selain itu, buah eksotis ini merupakan sumber lemak tak jenuh yang bagus untuk menjaga kesehatan jantung.
4. Menstabilkan gula darah
Kandungan serat yang tinggi dalam buah naga dapat membantu menstabilkan tingkat gula darah seseorang.
5. Menjaga kesehatan pencernaan
Kandungan serat dalam buah naga juga dapat melancarkan sistem pencernaan. Di samping itu, konsumsi buah tropis ini dapat membantu mengurangi konstipasi.
“Mereka yang mengalami konstipasi bisa mengambil manfaat buah ini jika mengkonsumsinya dalam menu diet mereka,” kata Meehan.
6. Meningkatkan daya tahan tubuh
Jumlah vitamin C yang tinggi dalam buah naga mampu meningkatkan fungsi sistem daya tahan tubuh. Juga membantu menstimulasi antioksidan. Kandungan vitamin C, mineral, dan fitoalbumin buah naga juga mampu melawan radikal bebas.
Selain itu, kandungan vitamin B1, B2, B3, kalsium, fosfor, zat besi, protein, niasin, dan serat juga berkontribusi meningkatkan daya tahan tubuh. [gaya.tempo.co – simak-6-manfaat-buah-naga-bagi-kesehatan-tubuh]