Catatan

now browsing by category

 

Petani Bosan Panen Kacang Panjang

Judul itu terkesan mengada-ada, padahal itu sebuah kenyataan, kejadian ini dialami salah satu tim lapangan “srikandi” Jimmy Hantu. Ya, disebut “srikandi” karena satu-satunya perempuan dalam team lapangan Jimmy Hantu. Salah satu petani binaan Jimmy Hantu di wilayah Boyolali Jawa Tengah, Pak Markum biasa kami memanggilnya, berseoloroh “semenjak pakai Jimmy Hantu, saya bosen panen, kacang panjangku enggak habis-habis, sudah setiap hari petik selama satu bulan, masih saja ada dan terus ada”.

Ya, pengalaman Pak Markum ini tidak asing bagi team Jimmy Hantu, dengan pemupukan dan perawatan yang baik. Dan tentunya aplikasi pupuk Jimmy Hantu secara reguler, akan membuat perubahan dan hasil yang luar biasa, cukup semprot setiap tujuh hari sekali di pagi hari.

Secara umum, kenapa acapkali menggunakan Produk Jimmy Hantu membuat kacang panjang tidak berhenti berbuah. Salah satu penyebabnya, POC Hantu Ijo Royo-royo yang memiliki kemampuan menjadikan unsur hara di dalam tanah mudah diserap oleh tanaman, selain itu sifatnya yang amfoter, POC mampu mengubah kondisi tanah menjadi netral, racun dan keasaman dalam tanah akan berubah menjadi netral, shingga pupuk yang ada di dalam tanah akan mudah terserap. Bukan sekedar membuat kondisi tanah semakin baik, tetapi POC Hantu Ijo Royo-Royo juga memiliki kekuatan sebagai buffer antijamur dan antibakteri negatif, sehingga tanaman akan sangat jarang terkena jamur dan bakteri.

Apalagi jika kita menggunakan ZPT Hantu Ratu Biogen dan NPK Jagotani, yang memang memiliki fungsi hormonal, yang mampu mendorong hara yang diserap tanaman menjadi maksimal, yang digunakan oleh tumbuhan dalam masa vegetatif maupun generatif. Artinya potensi sekecil apapun akan menjadi luar biasa jika sudah ketemu dengan Jimmy Hantu.

Itulah, mengapa kacang panjang terus menerus berbuah, bahkan bukan sekedar berbuah tetapi sangat lebat, dan bobotnya juga lebih berat. Nah, kenapa ragu untuk segera beralih memilih Jimmy Hantu sebagai partner dalam dunia pertanian anda. Mari sukses bersama dalam dunia pertanian bersama dengan kami.

Sumber : http://jimmyhantu.com/petani-bosan-panen-kacang-panjang/

Kisah Pak Kosim Petani Cabai Kalimantan Timur

Cabe adalah tanaman yang memerlukan biaya mahal untuk proses budidaya, namun dibalik itu semua akan mendapatkan untung berlipat ganda jika berhasil. Sehingga, setiap daerah seperti berlomba untuk menannamnya.

Mas Kosim biasa dipanggil di desa Sebulu Kalimantan Timur, petani muda alias unyu-unyu dalam pertanian, apalagi urusan tanam menanam cabe. Di awal tanam cabe, tetangga dan orang tuanya yang tentunya lebih senior dalam pertanian sering membully bahkan jatuhnya sudah sumpah serapah bahwa dia tidak akan berhasil melewati proses tanam cabenya.

Tekat itu begitu kuat, sehingga Mas Kosim tetap saja nekat tanam cabe, memang di awal usia tanam omongan orang-orang tersebut serasa akan menjadi kenyataan, kerena cabe sudah mulai terserang trips dan tumbuhnya tidak maksimal. Untung tak dapat diraih sial tak dapat elak, umur cabe 25 hari, Mas Kosim secara tidak sengaja ketika mau belanja obat di toko melihat mobil Jimmy Hantu sedang berhenti dan dari situlah perkenalan dengan Jimmy Hantu dimulai.

Akhirnya, Mas Obet (team sales Jimmy Hantu) menawarkan diri untuk melihat lahan. Tidak terlalu sulit bagi team untuk memberikan rekomendasai pendekatan ala Jimmy Hantu baik pemupukan yang baik maupun penggunaan pestisida nabati Jimmy Hantu.

Dengan konsistensi dan penuh sabar Mas Kosim menerapkan apa yang telah dibuat dan diresepkan oleh team Jimmy Hantu, beriring waktu berjalan, akhirnya semua yang awalnya mencemooh berubah menjadi pujian, meskipun unyu-unyu tetapi bisa tanam cabe.

Sumber : http://jimmyhantu.com/kisah-pak-kosim-petani-cabai-kalimantan-timur/

Manfaat Biji Mahkota Dewa Sebagai Pestisida Alami

Biji dari tanaman mahkota baladewa merupakan bagian tanaman yang memiliki kandungan racun cukup tinggi. Kandungan utama yang terdapat pada tanaman ini ialah saponin. Senyawa ini telah diteliti dan diketahui sangat efektif untuk pengendalian hama keong mas, yang kita tau sebagai salah satu hama pada tanaman padi.

Dari hasil beberapa penelitian menunjukan bahwa ekstrak dari biji tanaman mahkota dewa memiliki tingkat efektifitas lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak rerak jika dimanfaatkan sebagai molukisida nabati. Hal ini disebabkan karena kandungan saponin yang dimiliki oleh tumbuhan mahkota baladewa lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan yang dimiliki oleh tanaman rerak.

Selain memiliki sifat moluskisidal, saponin juga bersifat fungisidal, baterisidal, dan antiviral. Selain dimanfaatkan untuk pengendalian keong pada tanaman padi. Diharapkan tumbuhan mahkota baladewa juga dapat dimanfaatkan sebagai pengendali OPT lain yang kerap kali menyerang tanaman padi.

Untuk pembuatan pestisida nabati dari tanaman mahkota baladewa cukup mudah.
– Giling atau tumbuk 100gr biji mahkota baladewa hingga halus.
– Rendam biji yang telah halus dalam 250 ml air selama 24 jam.
– Saring air tersebut agar tidak menyumbat pada nozel penyemprot.
– Tambahkan 50ml minyak tanah/solar dan 5-10gr sabun colek.
– Aduk hingga homogen.
– Larutkan dalam 10 liter air.
– Tambahkan POC Ijo Royo-Royo 10ml/2l air
– Pestisida nabati siap digunakan.

Secara umum pemanfaatan pestisida nabati memiki prospek yang cukup menjanjikan. Hal ini cukup relevan karena proses pembuatan formula ini tidak membutuhkan teknologi tinggi dan bahan aktif yang dimiliki mudah terurai (bio-degradable) sehingga memiki sifat yang bersahabat dengan lingkungan dan tidak membahayakan bagi manusia.

Pestisida nabati memiliki peran sebagai penghambat nafsu makan pada serangga. Sehingga dapat meminimalisir kerusakan pada tanaman. Keunggulan lain yang dimiliki pestisida nabati yaitu memiliki spectrum pengendalian dengan cakupan yang cukup luas dan dapat digunakan sebagai pengendalian hama yang telah resisten terhadap insektisida sintetis. Karena memiliki tingkat toksisitas terhadap mamalia cukup rendah. Maka dari itu insektisida nabati ini sangat aman bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan.

Perhitungan Perkiraan Produksi Padi “Jimmy Hantu”

Dalam hal budidaya padi, hasil panen yang berlipat ganda dari hitungan normal menjadi impian yang dimiliki oleh petani padi. Mayoritas petani belum menguasai teknik perhitungan dalam budidaya padi yang mereka garap. Selama ini petani melakukan perkiraan produksi hanya dengan pengamatan visual dan penaksiran produksi oleh pemborong yang cenderung memiliki hasil subjektif dan tingkat keakuraatan sangat kecil.

Ada beberapa metode ilmiah yang dapat digunakan untuk melakukan metode perkiraan produksi padi. Kami akan memberikan uraian 2 metode sederhana yang sering digunakan untuk menentukan dan perkiraan produksi padi.

  1. Metode Ubinan

Metode ini paling sering digunakan untuk memperkirakan produksi padi. Metode umbinan menggunakan sampling dari hasil panen dengan luas tertentu (2,5 x 2,5 m). Metode ini sering dilakukan petugas dari dinas pertanian ataupun petugas dari perusahaan pestisida, pupuk, alsintan petanian untuk pengukuran produksi pada saat kegiatan panen raya ataupun kegiatan besar lainnya. Pada metode ini dilakukan pada padi yang sudah siap dipanen. Waktu yang  biasa digunakan untuk teknik ini pukul 09.00 – 12.00.

Alat utama yang digunakan untuk metode ini, antara lain :

  1. Square umbinan (uk 2,5 x 2,5 m), atau menggunakan alternatif  tali, bambu, dan besi berukuran 4 persegi.
  2. Ukuran yang digunakan harus sesuai dengan jarak tanam padi yang dipakai (lihat di tabel).Faktor Pengali
  3. Alat untuk panen (arit dan sabit bergerigi).
  4. Terpal untuk penampungan hasil panen.
  5. Alat perontok gabahbermesin ataupun manual.
  6. Alat timbang (gantung / duduk).
  7. Tampah
  8. Karung.
  9. Alat tulis.

Cara melakukan metode ini :

  • Tentukan 2 atau 3 titik lokasi ubinan pada lahan yang akan diukur secara acak.
  • Jangan menggunakan tanaman padi yang berada pada bagian pinggir/tepi sebagai titik sampling ubinan.
  • Tempatkan square ubinan pada titik yang telah ditentukan. Perhatikan batas titik tepi alat ubinan diusahakan berada pada titik tepi rumpun padi.
  • Panen per titik bagian yang sudah ditandai alat ubinan.
  • Letakkan hasil panen pada terpal, kemudian rontokkan.
  • Pisahkan gabah dengan jerami menggunakan tampah dan masukkan dalam karung.
  • Timbang dan lakukan pencatatan pada setiap titik hasil ubinan.
  • Lakukan kembali langkah-langkah diatas untuk titik lainnya.

Cara menghitung :

  1. Pada setiap titik mendapatkan data sebagai berikut
    • Titik 1 : 5,5 kg
    • Titik 2 : 4,5 kg
    • Titik 3 : 5 kg
    • Rata-rata : 5 kg
  2. Jarak tanam padi digunakan untuk menentukan faktor pengali hasil ubinan. Contoh jarak tanam (25 x 25 cm), maka faktor pengalinya adalah 1600 (lihat tabel).
  3. Rumus Umbinan :
    • Perkiraan Produksi = Bobot ubinan x faktor pengali
    • Perkiraan Produksi = 5 kg x 1.600 = 8.000 kg = 8 Ton
  1. Metode Perhitungan 4 Faktor Komponen Produksi

Perkiraan produksi juga bisa dihitung dengan menggunakan perhitungan 4 faktor komponen produksi, yaitu :

  1. Ukuran jarak tanam
  2. Jumlah anakan produktif per rumpun
  3. Jumlah bulir per malai
  4. Bobot per 1000 bulir

Teknik perhitungan menentukan 4 faktor tersebut adalah sebagai berikut :

  • Perhitungan pada metode umbian dilakukan pada saat tanaman menjelang masapanen, dan bisa juga dilakukan saat jauh hari sebelum tanaman dipanen, sehingga lebih fleksibel dalam melakukan pengukurannya (dengan catatan, jika dilakukan sebelum waktu panen, perhitungan parameter bobot 1000 butir menggunakan bobot standar bulir panen, yaitu sekitar 25 – 30 gram per 1000 butir)
  • Ukuran jarak tanam digunakan untuk menentukan populasi tanaman per hektar.
  • Populasi dihitung dengan rumus = 10.000/(jarak tanam dalam meter)
  • Jumlah populasi per hektar setiap jarak tanam yang digunakan, dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
    No Cara dan jarak tanam Populasi (ha)
    1 Tegel 20 cm x 20 cm 250.000
    2 Tegel 22 cm x 22 cm 206.611
    3 Tegel 25 cm x 25 cm 160.000
    4 Legowo 2:1 (10 cm x 20 cm ) 333.333
    5 Legowo 3:1 (10 cm x 20 cm ) 375.000
    6 Legowo 4:1 (10 cm x 20 cm ) 400.000
    7 Legowo 2:1 (12,5 cm x 25 cm ) 213.000
    8 Legowo 3:1 (12,5 cm x 25 cm ) 240.000
    9 Legowo 4:1 (12,5 cm x 25 cm ) 256.000
  • Jumlah anakan produktif ditentukan dengan cara menghitung jumlah anakan yang mengeluarkan malai
  • Jumlah bulir per malai ditentukan dengan menghitung rata-rata jumlah bulir setiap malai pada rumpun/tanaman sampling
  • Bobot 1000 butir dihitung dengan menimbang bobot 1000 butir gabah dari masing-masing tanaman/rumpun sampling.

Cara perhitungan metode 4 faktor komponen produksi, sebagai berikut :

  • Menentukan 2 lokasi atau titik (titik 1 dan titik 2).
  • Jumlah populasi atau rumpun jika jarak tanam 25×25 cm adalah 160.000 rumpun/Ha
  • Misal lokasi 1:
    – Jumlah anakan per rumpun ada 14 anakan
    – Jumlah bulir per malai ada 118 bulir
    – Jumlah gram per 1000 bulir –> misal rata-rata sekitar 25 gram
  • Misal lokasi 2 :
    – Jumlah anakan per rumpun ada 16 anakan
    – Jumlah bulir per malai ada 110 bulir
    – Jumlah gram per 1000 bulir –> contoh rata-rata 35 gram
  • Rata-rata dari kedua lokasi adalah:
  • – Jumlah anakan (rumpun) = (14+16):2   = 15 anakan
    – Jumlah bulir (malay) = (118+110):2   = 114 bulir
    – Jumlah gram (1000 bulir)    = (25+35):2   = 30/1000 bulir

Rumus  = (jumlah rumpun per Ha) x (jumlah anakan) x (jumlah bulir) x (berat per 1000 bulir)

= (160.000) x (15) x (114) x (30/1000)
= 8.208.000 gram = 8.208 kg/Ha
= 8,208 ton/Ha GKP

Data  diatas merupakan haasil dari beberapa rangkuman dan riset. Semoga bermanfaat dan menjadikan panen anda melimpah.

“Srikandi” Jimmy Hantu

Pada tahun 2018, Jimmy Hantu kedatangan salah satu srikandi yang berasal dari Jawa Timur dan bergabung dengan team lapangan (SW). Srikandi ini bernama Edelynna Wirespathi (28th) yang memutuskan bergabung dengan team lapangan tanpa peduli gender ataupun beratnya menjadi pendamping lapangan yang biasanya dilakoni oleh pria. Yang ada dalam benaknya ialah bagaimana ia bisa membantu, mendengar, memeberi solusi dari masalah-masalah yang dihadapi petani.

Tepatnya  hari Rabu (28/03), ada cerita yang sangat membanggakan bagi kami tentang kegigihan srikandi ini dalam tugasnya. Saat ia bertugas di wilayah Kec.Ampel Kab.Boyolali Jawa Tengah, tepatnya di Ds.Ngagrong. Ia bertemu dengan  Ketua Gapoktan  dan Kepala Desa (26/03), untuk mensosialisasikan produk pupuk organik yang kami miliki. Sepakat untuk sosialisasi akan diadakan pada hari Kamis tanggal 29 Maret bertempat di kediaman Ketua Gapoktani. Namun setelah Ketua Gapoktani  tersebut memberikan pengumuman pada  seluruh anggotanya, berbondong-bondong anggota tani tersebut turun untuk berburu Pupuk Hantu di Pasar. Pentani wilayah tersebut sangat antusias dengan Pupuk Hantu, walaupun dalam budaya pertanian yang telah tumbuh dalam wilayah tersebut ialah petani tidak pernah menggunakan produk apapun kecuali pupuk kandang.

Karena sebagian petani sudah tidak sabar menunggu waktu sosialisasi dan ingin secepatnya menggunakan produk ini untuk tanaman mereka. Akhirnya ketua kelompok tersebut menghubungi SW  kami untuk mengadakan sosialisasi hari itu juga, tepatnya satu hari sebelum waktu yang mereka sepakati (28/03). Pukul 21.00 WIB team kami berangkat untuk menemui para petani yang telah siap berkumpul pada lokasi pertemuan. Waktu tak menghalangi semangat srikandi kami untuk menjadi bagian dari petani, mendengar keluh kesah, mendengarkan masalah, dan memberi solusi.

Acara dimulai pukul 21.30 WIB dan dibuka oleh Ketua Gapoktani, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi produk hingga cara pemakaian yang tepat. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh petani, salah satunya adalah bagaimana pengggunaan produk ini secara benar, karena mereka khawatir jika salah penggunaan produk akan memberikan dampak over size pada hasil tanaman mereka. Sriakandi kami memberi keterangan dengan rinci cara pengaplikasian hingga petani paham.

Pada pukul 23.00 team kami baru turun dari lokasi tersebut. Tak peduli waktu untuk membantu petani yang telah kita anggap seagai bagian dari diri kami. Beberapa senior team memberikan apresiasi, semangat, dan nasehat akan kegigihan yang telah dilakukan oleh srikandi Jimmy Hantu.

Panen Padi Hantu

Pak Soeraji (kedua dari kiri) bersama team Jimmy Hantu dan Muspika

Pemandangan hijau dan perpaduan kuning menemani sejauh mata memandang di wilayah pertanian. Februari 2018 adalah musim panen padi di wilayah Tenggarong, Kalimantan Selatan. Semua petani di daerah tersebut menyambutnya dengan sukacita setelah melalui proses hingga panen tiba. Begitu pula dengan Soetaji (58 Th).

Pak Soetaji adalah salah satu petani dari Kabupaten Tenggarong yang telah menggunakan “Teknologi JimmyHantu-150” untuk lahan persawahannya selama 1 tahun terakhir. Dengan bimbingan team lapangan Jimmy Hantu, proses penanaman hingga panen Pak Seotaji sberjalan dengan baik. Sedari awal Pak Soetaji selalu berfikir bahwa tanah adalah kunci dari penanamanya, dan tak ragu lagi dengan saran team, beliau menggunakan POC Hantu Ijo Royo-royo untuk mengolah lahanya, tentunya dengan pupuk kompos dan kandang.

Pak Soeraji tipikal petani progresif, untuk kemajuan lahan pertanian yang dimiliki, dengan teliti ia mengamati setiap penggunaan pupuk pada tanamannya, berganti-ganti pupuk ia jalani hingga ia menemukan pupuk yang cocok sesuai harapannya yaitu “Teknologi JimmyHantu-150” yang hingga sekarang mengantarkan ia panen luar biasa melimpah.

Padi Pak Soeraji Tenggarong Kaltim

Beliau berpendapat bahwa pupuk hantu sangat cocok karena menggunakan bahan alami yang tidak berpengaruh pada PH tanah dan memberikan percepatan pertumbuhan hingga panen tanpa merusak tanah/sawah dalam jangka panjang.

Dengan keberanian keluar dari kebiasaan lamanya dan pindah menggunakan Jimmy Hantu, akhirnya membuahkan hasil, yang sebelumnya hanya panen sebanyak 6 ton/ha, sekarang  mampu untuk memaksimalkan hasil panennya menjadi 8,5 ton/ha. Hasil yang luar biasa itu berkat kegigihan dan inovasi Pak Soetaji lahan pertaniannya, karna ia yakin petani bukan hanya masyarakat tingkat bawah, ia terus berjuang untuk mewujudkan mimpinya yaitu menjadi Petani Berdasi.

Buah ketekunan, ketelitian, kesabaran, dan dapat membaca peluang yang telah dilakoni Pak Soetaji membuktikah bahwa di era moderen dan teknologi, kalangan petani tidak dapat dipandang sebelah mata, perpaduan antara “Teknologi” dan “Pertanian” yang pas akan mengantarkan petani pada puncak kesuksesan (Nuril)

 

Bagaimana Kita Dapat Sukses Dalam Pertanian

 

Inilah Jawabannya !!

Kalau soal tanam dan panen, Indonesia Sudah jagonya menanam. Jangankan ditanam, dilempar saja buah!. Kalo kita menyadari bahwa kita hidup di Tanah Surga, kita tidak berlu bertanya-tanya apakah cocok menanam di daerah ini?, apakah tanah di daerah ini produktif untuk pertanian dan perkebunan?, Apakah Ph tanah bagus untuk ditanami dan dapat panen maksimal?. Yang perlu dan harus dipertanyakan adalah “Bagaimana agar harga selalu stabil dan kesejahteraan petani terjaga dengan pendapatannya? “. Dari pertanyaan itu kita pasti mempunyai opini masing-masing dan inilah yang harus dipersiapkan dalam kegiatan budidaya, yaitu :

1. Membaca Pasar

Siapkan pasarnya dulu sebelum menanam? Caranya berapa calon pembeli kita! Siapa saja calon pembeli kita! Berapa banyak yang akan makan ketika kita mau tanam! . Dari sini kita harus bisa mempertimbangkan calon pembeli & kuantitas yang dibutuhkan konsumen, jadi kita dapat mengkalkulasi seberapa banyak tanaman A yang harus kita tanam dan kita budidaya.

Tanam secara berkala bukan serentak. Misalkan, punya lahan 1000 meter untuk tanam sawi. Jika sawi itu usia panen 20 hari maka 1000 : 20 hari = 50 meter. Jadi dari lahan 1000 meter kita dapat terus bereproduksi dengan sistem berkala, dari beberapa kelompok tanam masing-masing. Berarti per hari tanam 50 meter. Maka nantinya akan panen 50 meter per hari.

Selain menjadi pembudidaya, kita juga harus bisa menjadi marketing yang handal untuk produk yang kita budidayakan, perkenalkan dan promosikan hasil budidaya anda kepada target pasar yang sesuai dengan tanaman yang anda budidaya antara lain tukang nasi goreng, warteg, rumah makan, penjual sayur pasar, pengepul, dsb. Buatlah daftar pelanggan tetap agar anda dapat mengkalkulasi kuantitas yang anda tanam dan kuantitas yang dibutuhkan oleh konsumen. Agar punya pelanggan tetap maka mudahkan cara pembayaran, mutu terjamin, harga lebih rendah!

2. Mapping atau Hitungan

Mapping atau hitung jumlah petani lainnya yang ikut menanam sawi, dengan tujuan jika suatu saat kekurangan sawi maka bisa ambil dari petani yang lainnya. Jalin kerjasama yang baik. Fungsi lain dari mapping untuk mengetahui berapa kuantitas yang dihasilkan seluruh petani dan kuantitas yang dibutuhakan pasar. Dari situ kita dapat melihat peluang kuantitas yang harus kita tutup jika jumlah konsumen lebih banyak dari petani

3. Persiapan Lahan

Siapkan lahan dengan baik, kuasai ilmu tanam dengan baik dan kuasai betul pola pola tanam dengan baik. Mungkin beberapa orang mengeluh karena sulit mendapatkan ilmu tentang budidaya. Dalam mendapatkan ilmu bisa dengan cara sharing dengan petani yang lebih dulu menguasai ilmu budiaya atau bisa juga belajar pada bubu-buku pertanian dan artikel-artikel yang gampang diakses melalui internet. Jika kita telah menguasai semua kita dapat dengan mudah melakukan proses tanam hingga penjualan kepada konsumen.

Kunci sukes dalam melakukan kegiatan budidaya di Indonesia bukan mempertanyakan tentang tanah dan tanaman, tetapi bagaimana kita dapat menguasai pasar. Kunci sukses adalah kerja keras, kegigihan, usaha tanpa henti, tidak mudah menyerah. Kuasai pasar dan anda akan sukses!!!

Salam Jimmy Hantu 150

Keceriaan Jimmy Hantu Menyongsong 2018 di Cunang

Curug Nangka-JH. Suasana pegunungan yang indah dan sejuk ditambah gemricik berisiknya air terjun Curug Nangka Bogor, membuat siapapun menjadi rileks dan nyaman. Begitulah kira-kira perasaan team Jimmy Hantu Ratu Biogen yang memang sedang melakukan upgrading dan gathering dua bulanan.

Bulan desember lalu adalah bulan yang mengasyikkan bagi seluruh team. Betapa tidak setelah berjibaku dilapangan dengan segala macam cerita cinta maupun duka, mereka akhirnya bisa menikmati liburan panjang bersama di akhir tahun.

Kebiasaan Jimmy Hantu untuk meningkatkan kualitas kinerja team, selalu melakukan rehat per dua bulan, dimana dalam sesi rehat tersebut selama dua hari mereka akan diberikan materi khusus pengetahuan dan ketrampilan di dunia pertanian maupun motovasi.

Pak Jimmy

Sang maestro pertanian organik memberikan materi dalam sesi gathering

Dan sesi Desember ini Pak Jimmy sang maestro pertanian organik Jimmy Hantu, terjun langsung dan memberikan trik dan tips, bagaimana mengatasi berbagai isu-isu pertanian dan juga perikanan, yang membuat team semakin semangat adalah ketika Pak  Jimmy memberikan informasi tentang meningkatnya kualitas produk Jimmy Hantu, yaitu semua -termasuk juga POC Ijo Royo Royo – dapat digunankan dan dicampur bersama herbisida, yang sebelumnya hanya bisa digunakan atau dicampur dengan insektisida maupun pestisida.

Selain, Pak Jimmy, team kedatangan sang motivator berhonor  2 M -singkatan ini diambil dari ucapan panitia kepada sang trainer ‘makasih mas’ alias gratisan-, yaitu Bapak Setiyo Iswoyo. Dengan suasana yang santai beliau memotivasi team untuk selalu bergembira dalam bekerja, dan tidak lupa untuk berbagi.

Setelah dua hari di Curug Nangka, team Jimmy Hantu lanjut berlibur dengan keluarga masing-masing. Yakin 2018 akan menjadi tahun yang membahagiakan penuh dengan kesuksesan, dan saat ini seluruh team telah kembali ke area masing-masing. Sungguh liburan yang mengasyikkan dan sukses selalu untuk team Jimmy Hantu Ratu Biogen.

Menanamlah dengan Cinta

durian

Durian umur dua tahun pun sudah berbunga, ini karena buah cinta dan kasih

Sebaik Baiknya Manusia Ini Lebih Baik dibandingkan Malaikat. Seburuk buruk manusia bisa lebih buruk dibandingkan binatang.

Sebaik baik perlakuan itu adalah dengan hati dan amal perbuatan. Semakin baik hati dan amal perbuatannya dalam menjalankan kehidupan, maka akan kelihatan hasil yang sangat baik. Begitu pula sebaliknya jika hati penuh kebencian dan amal yang buruk, hasilnya juga akan berbanding lurus.

Sebaik baik petani itu yang hatinya cinta dengan tanaman dan memperlakukan tanaman sebagaimana ia melakukan perawatan terhadap jiwa raganya sendiri. Jika kecintaan kita berikan 100%  pada tanaman, niscaya tanaman juga akan mengerti dan akan memberikan terbaik buat kita. Dan begitu juga jika, semakin buruk hatinya maka pengaruh pada tanaman juga tidak baik. Semakin pikirannya banyak masalah maka pada tanaman bisa bermasalah.

caisim

Caisim pun bak raksasa tumbuh sangat subur kalau semua diberi cinta

Ingat, tanaman juga punya perasaan. Makin baik perasaan dan pikiran kita begitu juga hingga perlakuan terhadap tanaman, maka makin baik hasil yang kita tanam. Saat musim panas maka tanaman butuhnya air yang seger-seger. Saat musim penghujan butuhnya makanan yang enak enak.

Jadi tidak perlu berdebat lagi, jika ingin sukses menjadi petani, bersihkan hati penuhi dengan rasa cinta. Yakinlah Tuhan akan menolong dan membantu kita, begitu juga tanaman akan mengulurkan “tangannya” untuk menggapai cinta kita.

Satu lagi, jangan lupa bercocok tanamlah dengan benar dan penuh kasih. Hasilnya pasti akan ikut. (JH-ES)

Jalan Senyap Perubahan

Kandang Jimmy Hantu

Kandang Hewan Peliharaan Jimmy Hantu membuat hati teduh mata sejuk

Bogor-JH. Ini bukan kebun binatang. Ini adalah salah satu sudut area pabrik pupuk organik–dengan merek produk pupuk hormon yang tenar,  yaitu ZPT Hantu Ratu Biogen, POC Ijo Royo-Royo, dan NPK Jago Tani- milik salah satu senior saya Bang Jimmy -biasa kami panggil- di kalangan mahasiswa dulu.

Pabrik ini berdiri di lahan seluas 5 hektar, kawasan Kecamatan Tamansari, Bogor. Pabrik ini memang tak lazim. Ada dua kandang besar berisi unggas. Satu kandang besar berisi 5 ekor kerbau plus kubangan. Satu komplek kandang kambing, dan dua petak kolam ikan.

Di antaranya terdapat petak-petak sawah dan perkebunan yang merupakan lahan praktek lapangan siswa SMK Pertanian yang juga milik senior saya tersebut. “⅔ lahan pabrik ini memang digunakan untuk aktifitas sosial,” kata Ucok salah satu staff  menjelaskan.

Tak “seangker” pabrik pada umumnya. Suasananya teduh, karyawannya yang kebanyakan merupakan masyarakat sekitar, juga terlihat kerja santai tanpa tekanan.

Lebih jauh saya korek, pola rekrutmenya pun memang tak lazim. Mayoritas pekerja di sini merupakan orang-orang “bermasalah”, baik secara sosial maupun finansial. Mayoritas adalah orang-orang yang sedang perlu pelukan di saat merasa dibuang oleh lingkungan. “Yang penting mau kerja, amanah dan memiliki komitmen untuk berubah,” tambahnya.

Tak tahu bagaimana cara dia mengelola orang bermasalah tersebut agar tetap bekerja produktif untuk perusahaan. Yang jelas ini adalah bukti kelihaiannya mengelola sumber daya manusia. Toh usahanya yang dirintis sejak tahun 2000 an tersebut, kini sudah beromzet cukup untuk sekedar menghidupi siswa-siswi dan santri tahfidz yang dikelolanya.

Bukan saya bermaksud membandingkan atau menghakimi senior atau kawan aktivis saya lainnya yang memilih jalan berbeda dalam mendorong perubahan. Toh, jalan hidup itu memang pilihan. Yang utama, seberapa besar kemanfaatannya bagi lingkungan.

Satu hal positif yang bisa saya petik dari jalan yang beliau pilih adalah jalan “senyap” perubahan. Daripada sekedar berteriak -teriak menuntut perubahan. Beliau memilih menjadi bagian dari perubahan itu sendiri. (Har)