Catatan

now browsing by category

 

Trabas Kawah Ratu Gn.Salak (Jimmy Hantu Ratu Biogen Academy II)

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh pemandu lapangan (SW pertanian) selain kemampuan dan pengetahuan tentang tumbuhan, mereka juga harus memiliki kemampuan untuk bertahan dan berbaur dengan alam. Ini yang selalu diajarkan oleh Jimmy Hantu Ratu Biogen sebelum calon pendamping lapangan (SW) diterjunkan di masyarakat dengan berbagai karakter petani dan kondisi alam Indonesia yang sangat beragam.

Tepatnya pada  tanggal 10 Juli 2018 anggota pelatihan (Jimmy Hantu Ratu Biogen Academy II) berangkat dari markas tepatnya di Kota Bogor menuju Ds.Ciasihan Kec.Pamijahan (kaki Gn.Salak). Setibanya di Ds.Ciasihan pukul 12.00 WIB, peserta bergegas menuju area camp untuk mendirikan tenda yang dibawa dari markas. Dan pada sore harinya mereka turun untuk tegur sapa dan berbaur dengan petani sekitar.

foto bersama di Curug Emas kaki Gn.Salak

Saat proses sosialisasi dengan petani, mereka dihadapkan tantangan yang cukup berat dikarenakan hampir seluruh tanaman di desa tersebut terjangkit penyakit dan hama antara lain sundep, wereng, kresek daun, padi kerdil, dll. Setelah kembali ke camp langsung berkumpul untuk sharing dan diskusi dengan sesama anggota pelatihan ataupun dengan mentor yaitu Mas.Agus Setiawan dan Bp.Edi Slamet untuk memecahkan masalah tersebut.

sosialisasi peserta pelatihan dengan petani sekitar kaki Gn.Salak

Esok harinya tepatnya pukul 06.00 WIB, mereka bersiap untuk melaksanakan kegiatan tracking menuju Kawah Ratu. Perjalanan diawali dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Bp.Edi, kemudian berjalan bersama-sama dengan penunjuk arah dari warga sekitar dan barisan paling akhir ditutup oleh pembina dari Jimmy Hantu Ratu Biogen.

Perjalanan yang cukup menantang dengan jarak tempuh 5 km dengan track yang cukup menantang, karena jalan yang kita lalui merupakan jalan yang biasa digunakan untuk pelatihan TNI (kebayang medannya seperti apa?). Dalam perjalanan ada beberapa tantangan yang harus kita lalui antara lain jalan yang curam, berbatu, licin, lumpur, dedaunan yang menutup jalan sebelum kita sampai pada titik finish Kawah Ratu.

Saat telah sampai pada Kawah Ratu, seakan rasa lelah yang kita rasakan hilang seketika dengan pesona keindahan Kawah Ratu. Setelah menikmati pesona yang disuguhkan alam kepada kami, tak lupa berfoto bersama sebelum kami kembali pada Ds.Ciasihan (kaki Gn.Salak). Kami turun dan tiba pada pukul 15.00 WIB, dan melanjutkan kegiatan bersih-bersih dan rehat sejenak untuk mempersiapkan esok hari.

foto bersama di titik akhir (Kawah Ratu Gn.Salak)

Tiba pada hari Kamis (12/07/18) saatnya membantu petani untuk mencegah dan mengobati tanaman yang terserang hama ataupun penyakit. Peserta berjalan menemui petani pada pukul 06.00 WIB dan tak lupa trisula senjata yang dibawa oleh mereka yaitu (POC Ijo Royo-Royo, NPK Jagotani Ratu Biogen, dan ZPT Ratu Biogen). Uniknya saat salah satu petani tak memiliki alat semprot, mereka mengambil inisiatif untuk menggunakan kaos dalam untuk aplikasi, apapun mereka lakukan asal petani senang ada yang membantu dan mau berkorban untuk tanaman yang dimiliki. Setelah semua selesai, mereka kembali kembali dan mempersiapkan untuk kepulangan esok hari.

berdo’a besama sebelum membantu permasalahan petani

proses aplikasi hormon Jimmy Hantu Ratu Biogen untuk tanaman

proses aplikasi hormon Jimmy Hantu ratu Biogen pada tanaman hortikultura

Pagi itu (13/07/18) kami bersiap untuk kembali ke markas Jimmy Hantu Ratu Biogen. Banyak perlajaran yang dapat kita petik saat membantu dan berbaur dengan petani ataupun saat tracking Kawah Ratu. Pukul 12.00 WIB kami tiba di markas untuk dilanjut istirahat agar esok hari segar untuk melakukan aktifitas rutin di markas besar Jimmy Hantu Ratu Biogen (Bogor).

Jimmy Hantu Ratu Biogen Academy II

 

Salah satu program dari Jimmy Hantu Ratu Biogen untuk membentuk pendamping lapangan yang mampu dan siap bukan hanya unggul dalam kemampuan namun dalam jiwa sosial, mampu bersatu dengan alam, dan memiliki semangat pantang menyerah namun tak lupa berpasrah kepada Tuhan.

Tepatnya hari Senin (02/07/18) peserta dari beberapa daerah antara lain Bondowoso, Kalimantan Selatan, Sragen, Blitar, dan Bojonegoro berkumpul di aula markas Jimmy Hantu Ratu Biogen untuk bersiap memulai hari pertama (Jimmy Hantu Ratu Biogen Academy II).

Pelatihan dibuka oleh mentor Bp.Edi Slamet dan Mas.Agus, kemudian masing-masing peserta maju memperkenalkan diri agar saling mengenal satu sama lain dan menumbuhkan rasa nyaman antar peserta. Dilanjut dengan penjabaran jadwal selama academy berlangsung. Disusul sesi selanjutnya tentang pengenalan siapa, bagaimana, dan sejarah Jimmy Hantu Ratu Biogen oleh dirut Holding Ratu Biogen yaitu Bp.Rohmat.

Setelah pengenalan sejarah Jimmy Hantu Ratu Biogen, dilanjut pada hari kedua tentang pupuk organik dasar serta produk dan fungsinya (Poc Ijo Royo-Royo, NPK Jagotani Ratu Biogen, dan ZPT Ratu Biogen) menjadi produk andalan Jimmy Hantu Ratu Biogen yang telah terbukti menemani Petani Indonesia.

Hari ketiga dilanjut dengan pengenalan struktur organisasi, area/wilayah kerja, perjalanan karir, dan fasilitas yang didapat setelah menjadi karyawan. Semua dijelaskan secara gamblang oleh Bp.Edi, agar peserta memahami dan bersemangat untuk berkarir dengan sungguh-sungguh di Jimmy Hantu Ratu Biogen.

Hari berikutnya atau tepatnya hari keempat dilanjut dengan berkeliling kebun serta pengenalan area markas Jimmy Hantu Ratu Biogen, peserta berjalan tak lupa membawa buku dan bolpoin untuk mencatat materi yang diberikan oleh Mas.Agus saat mengelilingi kebun dengan tujuan agar peserta lebih mudah memahami tentang pertanian, penyakit, dan hama yang biasa menyerang tanaman.

Materi komunikasi efektif juga diberikan untuk menambah pengetahuan dan lebih mudah  saat berkomunikasi pada petani dengan berbagai macam karakter dan budaya. Tak main-main dalam hal ini, Jimmy Hantu Ratu Biogen mendatangkan public speaking dari kota Sragen.

Hari kelima peserta diajarkan lebih dalam tentang aplikasi pemupukan dan pembuatan insektisida nabati untuk penanggulangan hama penyakit tanaman. Hal ini bertujuan jika peserta telah terjun di wilayah masing-masing dapat membatu petani, cara pemupukan dan semprot insektisida tanpa menggunakan bahan kimia, utuk mengembalikan sifat alamiah dari tanaman dan tanah.

Pada hari ketujuh waktunya Bp.Jimmy selaku formulator (penemu teknologi Jimmy Hantu) memberikan materi kepada peserta dengan jelas dan rinci, disambut antusias oleh peserta untuk menambah bekal saat terjun dilapangan. Semua pengalaman, pengetahuan, dan ilmu yang dimiliki oleh Bp.Jimmy dibagikan kepada peserta.

Materi aplikasi pada pohon sawit diberikan pada hari keenam, setelah memhami materi yang diberikan sebelumnya. Dilanjut dengan materi aplikasi sawit yang notabene menjadi komoditi yang cukup besar di Indonesiaa kususnya di wilayah pulau Sumatra, Kalimantan,dan Sulawesi. Hal ini bertujuan untuk membantu memaksimalkan hasil petani yang menggeluti komoditi ini.

Tak hanya materi tentang pertanian, peikanan, dan peternakan. Peserta juga dipersiapkan untuk lebih menumbuhkan rasa sosial dan menyayangi alam dengan kegiatan survival Kawah Ratu Gn.Salak. Untuk lebih mengetahui kegitan detail saat peserta menjelajah kawah ratu bisa membaca artikel selanjutnya berjudul (Trabas Kawah Ratu Gn.Salak (Jimmy Hantu Ratu Biogen Academy II).

Tepat pada hari Senin (16/07/2018) peserta mulai dikirim ke berbagai wilayah antara lain Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, serta beberapa Provinsi di Kalimantan dan Sumatra. Agar dapat membantu serta turut membangun kesejahteraan petani – Jaya Petani Indonesia.

foto bersama peserta Jimmy Hantu Academy II bersama mentor & public speaking

Antara Brebes, Bawang Merah, dan Jimmy Hantu Ratu Biogen

Bagi warga Brebes, menanam bawang merah sudah menjadi bagian tradisi, istilahnya gak ada bawang merah itu hilang ke Brebesanya. Maka, kalau disebut kata Brebes pasti dalam benak kita yang nyatol adalah bawang.

Bagi Jimmy Hantu Ratu Biogen masuk Brebes ibarat tentara masuk dalam hutan lebat yang tentunya penuh dengan tantangan, binatang buas jalan yang terjal masih semrawut, navigasi yang ngaco. Ya begitulah gambaranya, sebagai kiblat bawang merah di Indonesia, tentunya banyak perusahaan pupuk maupun pestisida bergelut untuk merebut priuk nasi.

Begitu pula Jimmy Hantu Ratu Biogen, ikut bergelut, ada satu team kita telah bejibaku, kurang lebih sudah 3 bulan, Rajab biasa kami memanggilnya. Bukan tanpa tantangan selama disana, awalnya produk Jimmy Hantu Ratu Biogen masih berkutat pada tanaman cabe atau hortikultura yang lain, tetapi untuk bawang, ehmmm entar dulu.

Maklum, bawang sangat butuh unsur hara yang besar, penggunaan pemupukan anorganik pasti akan sangat besar juga. Dan tentunya dengan pemupukan dan pengobatan yang tidak mempertimbangkan keberlanjutan, selain berbiaya mahal, juga tidak baik dalam jangka panjang.

Keluhan inilah yang dijadikan Rajab, sebagai entry point, dimana dengan Jimmy Hantu Ratu Biogen, selain berbahan organik, bahkan bisa mengurangi biaya pemupukan dan pengobatan. Dan yang lebih penting lagi hasilnya wooowww, meningkat drastis.

Tiga bulan mengajak petani untuk berubah, akhirnya membuahkan hasil. Salah satu binaan Rajab telah panen. Lahan seluas 100 are milik Pak Nursalim desa Siwungkuk kecamatan Wanasari Brebes, berhasil mendapatkan 1 ton bawang merah, yang sebelumnya hanya mendapatkan 6,4 kwintal saja.

“Padahal, pemupukanya sudah dikurangi hampir 50% dari biasanya” imbuh Rajab. “Artinya biaya sudah efisien 40% tetapi hasilnya meningkat 50%, mantab kali ini”, begitulah gumamnya.

Penggunaan Jimmy Hantu Ratu Biogen dalam aplikasi bawang sebenarnya sangat mudah, awal tanam cukup pakai POC Hantu Ijo Royo Royo campur ZPT Hantu Ratu Biogen (sekali saja aplikasi) 10 hari berikutnya pakai POC Hantu Ijo Royo Royo dan NPk Jagotani lakukan setiap 10 Hari sekali, mau panen 15 Hari pakai Zpt Hantu Ratu Biogen, hanya itu saja.

Dan yang membuat senang bukan main adalah harga bawang merah kering panen saat ini adalah 25.000. Senyum itu semakin sempurna di bulan Ramadhan kali ini. Membahagiakan prang dibulan suci ini pasti pahalanya besar kan, begitu tutup Rajab.

contoh hasil bawang merah Brebes menggunakan Jimmy Hantu ratu Biogen

 

Bantu Kami Menghitung

Sudah hampir 3 bulan team Jimmy Hantu Ratu Biogen menemani petani wilayah Boyolali. Seperti pendampingan pendampingan yang lain, semua terasa begitu lancar dan sepertinya tidak ada masalah. Hampir semua petani welcome dan mudah diajak bicara dan bahkan sebagian sudah mulai berubah pola pikir, yang awalnya hanya berfikir yang penting panen tanpa memperdulikan keberlanjutan alam saat ini menjadi lebih lentur dan menyadari pentingnya pertanian berkelanjutan.

Setelah hampir 3 bulan berlalu, terasa ada yang tidak pas. Sebagai informasi bulan Februari, Maret April, dan awal Mei 2018 adalah musim tanam padi. Apa pasal yang membuat kami tidak begitu nyaman, menuju puncak musim panen banyak sekali tengkulak-tengkulak yang berkeliaran dan mulai menawarkan uang untuk sistem ijon. Dimana sistem tebas adalah bagian dari kebiasaan masyarakat disana.

Sistem tebas alias ijon, dalam ajaran agama tidak diperbolehkan. Dalam sistem ini, masyarakat seperti diajak mengundi nasib, bagi pembeli dia berani menerima resiko jika ada musibah, begitu juga bagi petani dia dapat menerima uang lebih dahulu, meskipun panen belum dijalankan, tetapi mereka akan siap kecewa jika hasil panen lebih bagus dari perkiraan mereka.

Celakanya, petani dininabobokkan bahwa menerima uang lebih dulu lebih enak dan asyik. Padahal, praktek di lapangan tengkulak-tengkulak itu tidaklah bodoh, mereka akan menebas bukan tanpa ilmu pengetahuan, mereka melakukan penebasan beberapa hari atau minggu sebelum panen, artinya padi yang dia tebas sudah bisa dihitung dengan cara ubin, dengan meilhat malai, jumlah anakan produktif, dan juga sistem tanam, ketemu sudah berepa dia akan dapat berat gabah kering panennya (GKP)

Pasti, yang ditawarkan ke petani lebih rendah, dari yang seharusnya diterima. Tengkulak ini akan mendapatkan untung dua hal, pertama untung selisih perkiraan berat GKP dan yang kedua adalah silisih harga beli dan harha jual per kilogramnya.

Akhirnya, dengan penuh cinta dan sabar, salah satu team Jimmy Hantu Ratu Biogen -kami biasa panggil Adel- mulai mengajak bicara hati ke hati, bagaimana cara menghitung hasil panen yang akurat dan memberikan pemahaman untuk tidak menjual gabah dengan sistem ijon.

Salah satu yang membuat hati meleleh, adalah Pak Karman yang hanya memiliki lahan 1.200 m2 yang telah menggunakan produk Jimmy Hantu Ratu Biogen dari awal tanam sampai panen, merasa terselamatkan. Bagaimana tidak, dengan kondisi tanaman yang jauh lebih bagus dari tanam sebelumnya hanya ditawar 4 juta, hanya naik 500 ribu saja yang tahun lalu 3,5 juta.

Dengan penuh keyakinan dan kesabaran pak Karman, akhirnya memanen sendiri, yang telah diubin oleh team Jimmy Hantu Ratu Biogen akan mendapatkan 1.220 kg. Jika dinilai rupiah harusnya dengan harga gabah 4.800 adalah 5,8 jutaan. Artinya selesih harganya adalah 1,8 juta. Cukup besar bagi petani gurem sekelas pak Karman. Akhirnya, masa panen itu datang dan ditimbang hasilnya adalah 1.300 kg GKP sudah dikurangi bawon (bagi hasil bagi pemanen), memang  ada selisih dengan hasil ubinan dan itu sangat wajar.

Jika petani mau sabar dan memiliki pengetahuan yang cukup niscaya tengkulakk tidak lagi bergentayangan bak pemgisap darah, yang sewaktu dapat menggigit petani dengan mengambil untung berlipat-lipat. Bagi petani, cukuplah kita menemani mereka untuk menghitung dengan cara yang baik,  ke depan, tanpa adanya team Jimmy Hantu Ratu Biogen mereka akan bisa menghitung dengan cara mandiri.

Pupuk Organik Jimmy Hantu Ratu Biogen Ala Tabalong

Tak genap 24 jam tiba dari Kota Bogor, team dinas pertanian Tabalong langsung aplikasi bagaimana membuat pupuk organik padat. Bersama Ibu Endang sebagai inisiator dan bekerja sama dengan program CSR (coporate social rensponsibiliy) dari PT. Pertamina, langsung berupaya menerapkan informasi dan ilmu dari Bogor bagaimana membuat pupuk organik padat yang baik untuk petani.

Pembuatan pupuk organik dari biomasa di sekeliling memang mudah, tetapi harus memperhatikan cara yang baik dan benar. Alih-alih akan mendapatkan pupuk yang kualitas, jika cara dan pembuatannya salah, justru akan menjadi inang dan tempat bersarangnya patogen dan salmonela serta uret yang akan menghabisi tanaman petani. Bekal dari Jimmy Hantu Ratu Biogen tentunya akan membuat semua jadi lebih mudah dan akan terhindar dari perseoalan-perseoalan tersebut.

team lapangan Jimmy Hantu Ratu Biogen bersama Kepala Dinas Pertanian Kab.Tabalong

“Mudah sekali, kami memiliki lahan yang sangat luas, sampah biomasa juga sangat melimpah, tinggal bagaimana pengetahuan dan kemauan kita untuk mengolahnya” tandas Bu Endang di sela-sela pembuatan pupuk bersama. “Untung kemarin kami sempat ke Bogor, sehingga mudah bagi kami untuk membuat pupuk yang baik, selain itu starter yang kami dapat dari Jimmy Hantu Ratu Biogen membuat saya semakin yakin dengan kualitas pupuk organik yang kami buat” tambahnya.

lokasi pelatihan pembuatan pupuk organik padat milik PT.Pertamina

proses pelatihan pembuatan pupuk organik padat

Ya, memang salah satu kunci apakah pupuk itu bagus atau tidak, selain pupuk tersebut tidak mengandung patogen maupun salmonela adalah kandungan bakteri positif yang dapat memaksimalkan potensi hara yang ada di dalam tanah.

Harapanya, dengan kerjasama seperti di Tabalong Kalimantan Selatan ini, nantinya sentra-sentra pembuatan pupuk organik pemanfaatan biomasa di sekitar kita akan semakin banyak. Artinya pupuk murah akan semakin mudah diakses. Dan akhirnya petani tidak perlu mengeluarkan dana yang dalam.

Tentunya, Jimmy Hantu Ratu Biogen tidak mungkin bekerja sendiri, dukungan pihak pemerintah dan corporasi besar harus ikut turun tangan bergandegan membantu menyelesaikan perseoalan ini secara bersama-sama. Yakinlah jika semua bersama-sama, cobaan dan rintangan terhadap petani akan mudah dilalui. Tak ada gunanya kita mengeluh atas kondisi pertanian Indonesia, tetapi kita harus mencari jalan keluar secara mandiri. Mari genggam bersama untuk Petani Indonesia, lebih sejahtera. Go Jimmy Hantu Go Indonesia bisa !!

Merayu Durian “Ngambek” (7 Tahun tak Berbuah)

Siapapun yang memiliki pohon buah pasti keinginannya adalah pohonya berproduksi dengan baik dan menghasilkan. Begitu pula Wayan –Palu Sulteng- pohon durianya sudah tahunan, atau tepatnya 7 tahun tidak pernah berbuah. Diceritakan, “sudah puluhan jenis obat perangsang buah dan pupuk saya coba”. Bahkan “ sudah mau saya tebang ini pohon, hampir putus asa” tambah Wayan.

Ketika ada team Jimmy Hantu datang dan ajak obrol untuk mencobanya, Wayan pun enggan menanggapinya, karena pengalaman sebelumnya juga sama orang datang dan nawarin produk, hasilnya juga sama saja durianya tak berbunga apalagi berbuah. Karena dibujuk terus dan gak perlu bayar atas percobaan ini, akhirnya team Jimmy Hantu diizinkan untuk aplikasi 4 kali selama 2 bulan.

Wayan begitu kaget melihat setelah satu setengah bulan berjalan –aplikasinya- ternyata durian yang dioles dan kocor oleh team Jimmy Hantu Ratu Biogen berubah. “saat itu pucuk-pucuk daunya dan cabang kecilnya mulai kelihatan segar dan banyak” ceita Wayan. Dan setelah dua bulan “bunga bakal buah banyak sekali bermunculan, kaget banget campur senang deh” tambahnya.

foto Mas Wayan bersama pohon durian yang mulai tumbuh bunga

Wayan tidak menyangka jika durianya bisa berbunga, tentu dengan berbunga selebat itu akan membuat peluang duriannya berbuah semakin tinggi. Tentunya saat ini semakin yakin jika kebon durianya akan menghasilkan jika rutin melakukan perawatan dengan menggunakan produk Jimmy Hantu Ratu Biogen.

Untuk durian sering cara aplikasinya cukup sederhana, karena biasanya pohon durian memiliki tinggi lebih dari 3 meter. Cara aplikasinya adalah dengan sistem oles dengan dosis 10 ml POC Hantu Ijo Royo-Royo, 5 ml  ZPT Hantu Ratu Biogen dan 10 ml NPK Jagotani Ratu Biogen dengan cara campur ketiganya. Nah, sistem oles ini adalah dengan kerok kulit ari (tidak boleh kena kambium) batang lebar 10-15 cm dan panjang 10-15 cm juga, dan oleskan campuran tadi setiap 15-20 hari sekali.

Jika pemupukan dan perawatan yang benar -termasuk pemangkasan dahan- dan ditambah dengan aplikasi Jimmy Hantu Ratu Biogen, maka hasilnya akan sangat berbneda, buah akan semakin lebat dan rasa durianya akan sangat legit. Jika sudah begini, kenapa tidak untuk dicoba di rumah.

Sekelumit Cerita Kebun Sawit Pak Yulhendri

Siang itu seperti biasa, saya jalan menuju lapangan –maklum memang petugas lapangan. Siang yang terik itu sebenarnya membuat saya enggan jalan, tumben banget, hari Selasa tanggal 24 April 2018 betul puanas, coba deh kalau ada es tebu, hmmm pasti uenak, padahal hari-hari sbelumnya sering ada hujan, kok tumben gak turun hujanya. Yah, sudahlah demi tugas negara –heheh sori bukan-bukan tugas nyari perut dan karir, upss salah, demi menyejahterakkan petani, saya nekat saja jalan Desa Serasa Batanghari untuk ketemu dan cek hasil aplikasi petani kebun kelapa sawit, biasa kami panggil dengan sebutan Bang Yulhendri.

Setelah sampai di sana, langsung ditemui Pak Yul yang sedang melakukan panen, sebagai tambahan info saja, beliau ini pemakai hantu sudah 3 kali aplikasi untuk sawitnya, umur sawit kurang lebih sudah 5,5 tahun. Jadi kurang lebih sudah 5 bulanan aplikasi injeksinya.

salah satu pohon sawit di kebun Pak Yulhendri

Setiba di lokasi kami langsung membuka obrolan soal sawit dengan pak Yul ini, langsung ilang deh, rasa capek, panas dan malas itu, betapa tidak, yang memang sedang kehausan ini, tiba-tiba disodorin es tebu, dan tentunya sebungkus nasi padang, sambil berseloroh “top, mas Yanuar, Jimmy Hantu emang gila, ini panen saya luar biasa, bobot nya itu lohhh naik gila gilaan” begitulah pak Yulhendri berseloroh. “itu si Inyong (sebutan salah satu anak buahnya), biasanya angkat 12 janjang, masih ketawa, sekarang 6 janjang sudah ngeluh kayak engga pernah gw kasih makan seharian” tambah Pak Yul dengan riang.

Jika, sudah kayak begini (nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan), kebahagiaan apa lagi yang dicari. Saya jujur, sambil senyum dan di dalam hati selalu bilang, ini sungguh luar biasa, jika dikerjakan dan dikawal dengan baik, maka yang awalnya seperti tanpa harapan, menjadi sebuah kenyataan yang begitu indah.

Capek, iya betul memang capek, aplikasi Jimmy Hantu setiap 30 hari atau 40 hari sekali dengan cara injeksi, satu persatu pohon, dalam satu hektar 130-an pohon, begitu menguras tenaga, tetapi, jika dibandingkan dengan hasilnya itu engga ada apa-apanya. “If you give peanut, you get the monkey”, atau kalau mau mancing kakap ya jangan pakai ikan teri, begitulah istilah kerenya, untuk dapat yang maksimal tentu butuh pengorbanan lah. Saran saja buat teman-teman pekebun ayo jangan menyerah masih banyak jalan untuk menaikkan hasil panen, jalan yang paling recomended ya organik tentunya. Salah satunya pakai saja Jimmy Hantu, yang terakhir iklan, eh bukan memang saya kan harus kerja dan promosiin Jimmy Hantu to.

Tak Mau Pindah ke Lain Hati

Sore itu, tepatnya 18 April 2018, Hp kami berdering dengan nomor tak dikenal masuk, dan langsung diangkat. Dalam pembicaraan tersebut, penelpon meperkenalkan diri dengan panggilan Pak Awan. Dalam obrolan sore tersebut, Pak Awan komplain “kenapa Jimmy Hantu tidak jualan lagi di wilayah Pengalengan Jawa Barat?” lantas kami jawab “masih pak, kami masi jualan di sana, malah ini team marketing kami sedang di area sana”. Tapi, Pak Awan tetap kekeuh “la, kan saya beli di toko xxxx (tersensor), kata penjaga tokonya Jimmy Hantu sudah tidak jualan di sana dan sekarang ganti produk, pakai merek ini saja (nama dan merek tersamarkan)” . Pak Awan menambahkan “semenjak pindah pakai merek yang direkomendasikan penjaga toko, cabe saya turun drastis dan kena masalah, daunya pada kuning”, akhirnya Pak Awan penuh harap “makanya pak tolonglah ke kebun dan saya mau beli Jimmy Hantu”.

salah satu kebun Pak Awan yang menggunakan produk Jimmy Hantu

Sekelumit cerita diatas, bukan hal baru di Jimmy Hantu, Pak Awan adalah petani tradisional, beliau juga ketua kelompok tani di wilayah Pengalengan. Setelah silaturahmi di lahan, ternayata Pak Awan pengguna Jimmy Hantu sudah lima tahun yang lalu. Karena sudah sering pakai dan merasakan hasilnya, beliau menjadi pelanggan yang setia, atau disebut “loyal customer”.

Bahkan, terinspirasi dengan Jimmy Hantu, di dalam komunitasnya Pak Awan secara konsisten menerapkan pendekatan pertanian organik. Mulai dari pengolahan lahan, pemupukan, bahkan untuk pestisidan dan inseknya pun sudah menggunakan cara-cara Jimmy Hantu lakukan.

Team kami sempat menanyakan dari mana bapak bisa belajar seperti ini, ternyata meskipun petani tradisional dan hidup di daerah pegunungan, beliau melek internet. Saya selalu memantau dan browsing internet, terutama di lama online jimmyhantu.com, jimmyhantu.co.id, dan petaniberdasi.com.
Sebenarnya cukup kaget juga kami, karena kami jarang sekali mempromosikan atau iklan, soal laman online Jimmy Hantu, ternyata beliau memperhatikan betul stiap brosur dan juga mobile branding yang lewat dan selalu dicatat, kemana saya harus menghubungi jika ada masalah dengan lahan maupun pertaniannya.

Dan akhirnya kami tanya, memangnya Panen Bapak semenjak pakai Jimmy Hantu sudah menhasilkan apa saja. Jawabnya dengan mudah “tuh pak, anak saya bisa sekolah dan keluarga saya adem tenang, engga bingung lagi untuk sekdar jalan-jalan atau belanja, dan alhamdulillah meskipun jelek, kita sekarang sudah punya mobil sendiri”. Cesssss , rasanya, adem hati kami ketika melihat sumringahnya hati pelanggan kita. So, kenapa tidak untuk segera pindah ke yang jelas organik, yang telah terbukti hasilnya.

POC Ijo Royo-Royo Menjadi Tangga Kesuksesan Petani Marangkayu (Kaltim)

Jum’at malam pukul 19.20 WA berbunyi, bergegas saya buka “Pak, saya baru saja panen padi seminggu yang lalu, puji Tuhan naik dua ton per hektra musim ini, padahal lahan saya kena penyakit dan juga salah aplikasi obat, terimakasih atas bantuan dan pendampingan Jimmy Hantu semua jadi lebih baik” begitu bunyi WA-nya, dan saya jawab “salam sukses untuk petani Marang Kayu, keberkahan untuk bersama” kemudian beliau menambahkan “musim tanam berikutnya kami sepakat untuk go organik mohon doa semoga Tuhan Yesus memberikan kemudahan” dan kami akhiri dengan “amin”.

Jujur secara peribadi sebagai orang biasa turun di lapangan dan bergulat dengan lumpur bersama petani, rasa haru dan bahagia menyeruak dan menggelayuti kami. Bagi orang-orang seperti kami kebahgaiaan yang paling besar adalah kesuksesan dan rasa puas petani yang luar biasa, sehingga meraka bisa mengatakan kepada anak-anaknya bahwa menjadi petani pun juga bisa sukses.

Pertanyaannya sebenarnya adalah kenapa menggunakan produk Jimmy Hantu dapat mengatasi masalah. Tentu, jawabanya tidaklah tunggal banyak faktor, Jimmy Hantu bukan satu satu-satunya, tetapi produk Jimmy Hantu adalah starter, sekali lagi starter atau pendobrak.

Kuncinya adalah produk POC Hantu Ijo Royo-Royo, ya, jika dilihat sekilas produk ini tajk ubahnya produk POC merek lain yang hanya berisi basilus sp. Tapi, yang membedakan produk Jimmy Hantu ini adalah zat pembawanya atau campuran lainya. Dengan campuran dan ramuan tertentu, membuat kinerja basilus sp yang ada dalam POC Hantu Ijo Royo-royo ini dapat menjadi pendobrak luar biasa.

Jika POC Hantu Ijo Royo-Royo dicampur dengan ZPT atau NPK Hantu maka kekuatanya akan 3 kali lipat, begitu pula jika digunakan untuk fermentasi pupuk ataupun pestisida nabati kekuatannya juga naik berkali-kali lipat. Dan sebagai tambahan informasi POC Hantu Ijo Royo-Royo ini selain mampu melipat gandakan potensi positif tetapi juga sekaligus mampu menetralkan racun maupun jamur yang negatif, kerena berdasar kan uji laboratorium POC Hantu Ijo Royo-Royo bersifat amfoteratau penengah.

Orang berfikir Jimmy Hantu, hanya berbicara hormon saja, padahal ada kekuatan tersembunyi yaitu POC Hantu Ijo Royo-Royo, memang produk ini adalah produk paling junior, tetapi potensi dan kekuatanya, sungguh dahsyat, sayang untuk dilewatkan, tak perlu banyak bicara, tanaman akan membuktikanya.

POC Hantu Ijo Royo-Royo, jelas sehari menghijaukan, itulah tagline yang kami sematkan pada produk junior Hantu kami.

Terbitnya Matahari Pertanian Toili (Sulawesi Tengah)

Lahan di wilayah Toili Kabupaten Luwuk Banggai Sulawesi Tengah, sangat luas, mayoritas dalam musim penghujan, ditanami padi. Karakter tanah yang masam, membuat toili sangat berat untuk meningkatkan hasil produksinya. Belum lagi kelangkaan pupuk hampir setiap musim terjadi.

Artinya, wilayah itu sangat rentan terjadi gagal panen. Akibatnya, tentu secara kesejahteraan petani wilayah Toili cukup memprihatinkan. Meskipun pemerintah telah menurunkan alat-alat mesin pertanian, jika hasilnya minim, tak akan membuat petani berubah menjadi sejahtera, ditambah sistem tengkulak yang sudah lazim terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Tapi, kondisi ini lambat laun telah berubah, itu dimulai semenjak sembilan bulan lalu, team Jimmy Hantu turun di Desa Tirta Sari Kecamatan Toili. Pak Rusnadi namanya, lahan padi beliau memang tidak begitu luas hanya 7.500 m2, dengan menggunakan pendekatan dan teknik Jimmy Hantu hasil yang di dapat sangat luar biasa yaitu 102 sak gabah kering panen atau setara dengan 6,6 ton, atau jika dalam hitungan satu hektar sawah adalah 8,8 ton. Dimana sebelum hanya mendapatkan 4,6 ton atau 6,1 ton dalam satu hektar, berarti satu kali tanam mendapatkan kenaikan kurang lebih 2,7 ton.

proses pemisahan gabah dari batang padi

hasil panen petani Toili

 

 

 

 

 

 

Selama satu musim tanam, Pak Rusnadi menggunakan 3 botol (3000 ml) POC Hantu, 2 botol (2000 ml) ZPT Hantu Ratu Biogen dan dimasa pembuahan 2 botol (2000 ml) NPK Hantu Jagotani. Dan pemupukan dasar dan lanjutan menggunakan pupuk subsidi urea, SP 36 dan kcl yang telah dikurang takaranya sebesar 50%.

Jika dilihat sekilas dan dibandingkan dengan hasil-hasil ditempat lain dengan menggunakan Jimmy Hantu, tentu, hasil ini masih dibawah. Tetapi, ingat sistem tanam juga sangat mempengaruhi, di wilayah Toili kebanyakan menggunakan sistem tabela (tanam tebar langsung) dan juga kondisi tanah yang masam. Tentunya dengan kondisi tersebut, membuat hasil yang berbeda.

Apapun namanya dengan kenaikan tersebut, Pak Rusnadi sudah tidak perlu lagi kawatir jika di waktu mendatang pupuk subsidi langka, dengan cara-cara yang diberikan oleh team Jimmy Hantu akan dapat membantu mnyelesaikanya. Perlu dicatat juga, dengan memakai Pupuk dari Jimmy Hantu, Pak Rusnadi telah berhemat 50 % pempupukan anorganik (subsidi) artinya dengan cara yang cukup mudah, padi tetap panen, bahkan dengan hasil yang jauh lebih baik.

Artinya, harapan masayarakat Toili akan semakin sejahtera bukan sekedar isapan jempol belaka, tetapi sudah semakin nyata, kenapa tidak untuk beralih pada yang jelas-jelas organik, yaitu Pupuk Jimmy Hantu. Cerita ini bukan sekadar dimiliki Pak Rusnadi, tetapi cerita bahagia ini adalah milik masyarakat Toili dan tentunya untuk Indonesia.

Sumber : http://jimmyhantu.com/terbitnya-matahari-pertanian-toili-sulawesi-tengah/