Bantu Kami Menghitung

Sudah hampir 3 bulan team Jimmy Hantu Ratu Biogen menemani petani wilayah Boyolali. Seperti pendampingan pendampingan yang lain, semua terasa begitu lancar dan sepertinya tidak ada masalah. Hampir semua petani welcome dan mudah diajak bicara dan bahkan sebagian sudah mulai berubah pola pikir, yang awalnya hanya berfikir yang penting panen tanpa memperdulikan keberlanjutan alam saat ini menjadi lebih lentur dan menyadari pentingnya pertanian berkelanjutan.

Setelah hampir 3 bulan berlalu, terasa ada yang tidak pas. Sebagai informasi bulan Februari, Maret April, dan awal Mei 2018 adalah musim tanam padi. Apa pasal yang membuat kami tidak begitu nyaman, menuju puncak musim panen banyak sekali tengkulak-tengkulak yang berkeliaran dan mulai menawarkan uang untuk sistem ijon. Dimana sistem tebas adalah bagian dari kebiasaan masyarakat disana.

Sistem tebas alias ijon, dalam ajaran agama tidak diperbolehkan. Dalam sistem ini, masyarakat seperti diajak mengundi nasib, bagi pembeli dia berani menerima resiko jika ada musibah, begitu juga bagi petani dia dapat menerima uang lebih dahulu, meskipun panen belum dijalankan, tetapi mereka akan siap kecewa jika hasil panen lebih bagus dari perkiraan mereka.

Celakanya, petani dininabobokkan bahwa menerima uang lebih dulu lebih enak dan asyik. Padahal, praktek di lapangan tengkulak-tengkulak itu tidaklah bodoh, mereka akan menebas bukan tanpa ilmu pengetahuan, mereka melakukan penebasan beberapa hari atau minggu sebelum panen, artinya padi yang dia tebas sudah bisa dihitung dengan cara ubin, dengan meilhat malai, jumlah anakan produktif, dan juga sistem tanam, ketemu sudah berepa dia akan dapat berat gabah kering panennya (GKP)

Pasti, yang ditawarkan ke petani lebih rendah, dari yang seharusnya diterima. Tengkulak ini akan mendapatkan untung dua hal, pertama untung selisih perkiraan berat GKP dan yang kedua adalah silisih harga beli dan harha jual per kilogramnya.

Akhirnya, dengan penuh cinta dan sabar, salah satu team Jimmy Hantu Ratu Biogen -kami biasa panggil Adel- mulai mengajak bicara hati ke hati, bagaimana cara menghitung hasil panen yang akurat dan memberikan pemahaman untuk tidak menjual gabah dengan sistem ijon.

Salah satu yang membuat hati meleleh, adalah Pak Karman yang hanya memiliki lahan 1.200 m2 yang telah menggunakan produk Jimmy Hantu Ratu Biogen dari awal tanam sampai panen, merasa terselamatkan. Bagaimana tidak, dengan kondisi tanaman yang jauh lebih bagus dari tanam sebelumnya hanya ditawar 4 juta, hanya naik 500 ribu saja yang tahun lalu 3,5 juta.

Dengan penuh keyakinan dan kesabaran pak Karman, akhirnya memanen sendiri, yang telah diubin oleh team Jimmy Hantu Ratu Biogen akan mendapatkan 1.220 kg. Jika dinilai rupiah harusnya dengan harga gabah 4.800 adalah 5,8 jutaan. Artinya selesih harganya adalah 1,8 juta. Cukup besar bagi petani gurem sekelas pak Karman. Akhirnya, masa panen itu datang dan ditimbang hasilnya adalah 1.300 kg GKP sudah dikurangi bawon (bagi hasil bagi pemanen), memang  ada selisih dengan hasil ubinan dan itu sangat wajar.

Jika petani mau sabar dan memiliki pengetahuan yang cukup niscaya tengkulakk tidak lagi bergentayangan bak pemgisap darah, yang sewaktu dapat menggigit petani dengan mengambil untung berlipat-lipat. Bagi petani, cukuplah kita menemani mereka untuk menghitung dengan cara yang baik,  ke depan, tanpa adanya team Jimmy Hantu Ratu Biogen mereka akan bisa menghitung dengan cara mandiri.

Berbagi manfaat tulisan ini:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *