Archives

now browsing by author

 

Menerjang Tanah Asam Kabupaten Jambi

Tanah yang asam benar menjadi momok dan beban berat bagi petani, begitu pula yang dialami oleh Pak Khairul di Desa Sungai Buluh Jambi, betapa tidak tanahnya selalu dibawah 5 PH nya. Lahan 1 hektar yang selama ini hanya mampu menghasilkan 6-7 ton semangka.

Sudah berbagai upaya coba dilakukan untuk meningkatkan PH, tetapi ternyata tidak berumur panjang, memasukkan kapur tani pun sudah dilakukan tetapi bulan berikutnya drop lagi dan lagi. Pemupukan jangan ditanya lagi, sudah habis-habisan keluhnya.

Padahal, lahan itu adalah satu-satunya sumber mata pencaharianya, dengan dua anak yang sedang sekolah SD dan SMP, tentu sangat membutuhkan dana untuk menunjang pendidikanya.

Sekitar 2,5 bulan lalu secara tidak sengaja, team Jimmy Hantu bertemu di salah satu toko pertanian wilayah Sungai Buluh ketemu dengan Pak Khairul dan secara terbuka menceritakan kondisi lahanya. Akhirnya, team langsung terjun ke lapangan, dan memeriksa kondisi lahan.

Data di lapangan ternyata sama persis dengan kondisi yang disampaikan, yaitu PH yang rendah, tanah semi gambut. Akhirnya, team Jimmy Hantu memberikan saran untuk pendampingan dari awal, supaya asam berkurang, pemupukan efektif dan efisien, serta penanggulangan penyakit juga lebih baik.

Diputuskan pada awalnya menggunakan POC Hantu Ijo Royo-Royo dengan dosis tinggi (10 ml per liter) diaplikasikan sejak awal pengolahan lahan dan penanaman (3 kali aplikasi). Dan susulan dengan menggunakan ZPT Hantu Ratu Biogen pada umur 10 hari (aplikasi 2 kali) dan ditutup dengan NPK Hantu Jagotani sebanyak 3 kali. Tentunya, tidak lupa memberikan pemupukan dasar yang baik dengan menggunakan kohe fermentasi (dengan POC Hantu Ijo Royo-Royo).

Dengan sabar dan teliti Pak Khairul tanggal 10 April 18 kemarin dapat tersenyum lebar, karena dengan 1 hektar lahan dapat menghasilkan 20 ton semangka. Meskipun sebenarnya potensi jika tanah normal dan pemupukan yang baik tanah tersebut bisa mendapatkan 40-50 ton. Tentunya dengan hasil tersebut beliau mendapatkan hasil 3 kali lipat dari biasanya.

Sumber : http://jimmyhantu.com/menerjang-tanah-asam-kabupaten-jambi/

Padi 11 Ton Menimpa Petani

Panen Padi 11 Ton

Tak usah khawatir, petani yang tertimpa padi 11 ton tidak mengalami luka-luka ataupun cidera parah. Justru petani merasakan kebahagiaan yang amat mendalam, pasalnya lahan padi yang biasanya hanya panen 6-8 ton melambung menjadi 11,2 ton. Hal ini bukan tiba-tiba atupun “magic”.

Pertanyaan ini sering muncul dalam benak kita. Data statistik menunjukkan rata-rata panen padi adalah 6 ton per hektar. Tetapi, bagi petani di Wilayah Paketelu Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, itu bukan sebuah mimpi. 29 Maret 2018 yang lalu mimpi tersebut menjadi nyata, mereka mampu mewujudkannya dengan panen 11,2 ton per hektarnya, dengan jenis padi inpari 7.

Yang menambah kagum lagi dalam musim tanam kedua ini, mereka menggunakan full organik. Alias tidak menggunakan pemupukan anorganik sama sekali, begitu juga dengan pestisidanya, semua adalah organik.

Keberanian itu bukanlah datang secara tiba-tiba, tetapi proses yang cukup panjang. Sebenarnya pendekatan di wilayah paketelu sudah dimulai semenjak Juli 2017. Dimana team Jimmy Hantu mulai turun dan mengajak bicara kepada kelompok tani wilayah tersebut. Mas Okta biasa dipanggil, penuh kegigihan meyakinkan bagaimana dalam kehidupan ini mesti berubah jika petani ingin maju dan kaya.
Pelan-pelan dengan lahan yang terbatas team Jimmy Hantu memberikan contoh bagaimana kita menggunakan cara-cara yang beradab yang lentur dengan alam. Menggunakan produk Jimmy Hantu dari pengolahan lahan sampai panen menunjukkan kondisi lahan semakin baik, dan hasil panen yang meningkat.

Dari lahan kecil yang telah dikembanngkan oleh team Jimmy Hantu tersebut, petani di Paketelu akhirnya tertarik mencoba menggunakanya. Biasanya wilayah tersebut tidak lebih dari 6 ton per hektar setiap kali Panen. Di musim tanam pertama mereka masih menggunakan pemupukan semi oprganik dengan menurunkan dosis pemupukan kurang lebih sekitar 35% plus menggunakan Jimmy Hantu, hasilnya pun luar biasa naik menjadi 8,5 ton per hektar.

Akhirnya, dalam musim tanam kedua mereka benar-benar menerapkan full organik dan menggunakan pendekatan model Jimmy Hantu, hasilnya wow begitu luar biasa, 11,2 ton. Bahkan dalam panen ini, Wakil Bupati Tanah Bumbu bersama dengan kepala dinas pertanian, karena mendengar bahwa hasil panen di wilayah Paketelu naik pesat.

Penyambutan Wakil Bupati Tanah Bumbu

Kedatangan Wakil Bupati Tanah Bumbu

Jika sudah demikian petani berdasi hanya menunggu waktu saja. Go Go Petani Indonesia pasti bisa.

Sumber : http://jimmyhantu.com/padi-11-ton-menimpa-petani/

“Manisnya” Rasa Buah Sawit

Panen sawit yang semula 1 ton menjadi 2,1 ton

Pak Rahman petani sawit di kecamatan Serongga Kota Baru Kalimantan Selatan kurang lebih sudah enam tahun bergelut di bidang pertanian kelapa sawit, karena bukan dari orang yang berkecukupan, lahanya pun tidak lebih dari 9000 m2. Sudah enam tahun ini rasa frustasi itu menggelayuti pikiranya. Betapa tidak, hasil panen tak pernah lebih 1 ton, pemupukan dan perawatan sudah dilakukan dengan baik, tetapi hasilnya masih jauh dari harapan.

Asa itu datang ketika salah satu team Jimmy Hantu datang dan melakukan demo ke beberapa sawit yang dimilikinya. Tak memerlukan waktu lama untuk melihat perubahan pohon sawitnya, setelah dua kali aplikasi (sekali aplikasi 30 hari), dahan-dahan sudah mulai membuka serta buah sudah kelihatan mulai menhgkilap.

Dengan melihat hasil demo team dari Jimmy Hantu, dengan kenekatanya Pak Rahman, memutuskan untuk mengggunakan produk Jimmy Hantu, saat ini sudah aplikasi keempat, dengan interval pertama dan kedua 30 hari, interval ketiga 60 hari dan terakhir interval keempat adalah 90 hari, sudah kelihatan perubahan yang sangat signifikan.

Total sudah tujuh bulan dengan menggunakan Jimmy Hantu, dari awalnya panen yang hanya 1 ton saat ini sudah menjadi 2,1 ton. Dimana saat BJR (berat janjang rata-rata) sudah mencapai 45 kg. Hasil ini tak dibayangkan oleh Pak Rahman, pasalnya peningkatan yang terjadi lebih dari 100% dari panen awal.

Bagaimana pendekatan Jimmy Hantu bisa merubah kondisi sawit semecam ini, mungkin semua akan bertanya seperti itu. Cukup mudah sebenarnya, meskipun ada catatan penting bahwa indukan atau bibit sawit juga menjadi faktor penentu. Pemupukan dasar tetap harus diperhatikan, walaupun ketika sudah menggunakan produk Jimmy Hantu pemupukan dasar juga bisa dikurangi kurang lebih 40% sampai 50%. Yang terakhir adalah sistem injeksi (pengeboran pohon) dengan penggunaan produk Jimmy Hantu dosis 10 ml POC Ijo Royo-Royo, 10 ML ZPT Ratu Biogen dan 10 ML NPK Jagotani. Dan tidak boleh dilupakan adalah perawatan gulma serta pemangkasan daun.

Karena rutin perawatan dan pengolahan Jimmy Hantu, akhirnya pak Rahman dapat merasakan “manisnya” buah sawit, perbulan 2,1 ton dan sangat mungkin pelan-pelan akan terus meningkat menjadi 3 ton. Tentuya “manisnya” akan terasa sampai di tenggorokan. Dengan Jimmy Hantu yang biasanya biasa saja menjadi luar biasa.

Sumber : http://jimmyhantu.com/manisnya-rasa-buah-sawit/

Petani Bosan Panen Kacang Panjang

Judul itu terkesan mengada-ada, padahal itu sebuah kenyataan, kejadian ini dialami salah satu tim lapangan “srikandi” Jimmy Hantu. Ya, disebut “srikandi” karena satu-satunya perempuan dalam team lapangan Jimmy Hantu. Salah satu petani binaan Jimmy Hantu di wilayah Boyolali Jawa Tengah, Pak Markum biasa kami memanggilnya, berseoloroh “semenjak pakai Jimmy Hantu, saya bosen panen, kacang panjangku enggak habis-habis, sudah setiap hari petik selama satu bulan, masih saja ada dan terus ada”.

Ya, pengalaman Pak Markum ini tidak asing bagi team Jimmy Hantu, dengan pemupukan dan perawatan yang baik. Dan tentunya aplikasi pupuk Jimmy Hantu secara reguler, akan membuat perubahan dan hasil yang luar biasa, cukup semprot setiap tujuh hari sekali di pagi hari.

Secara umum, kenapa acapkali menggunakan Produk Jimmy Hantu membuat kacang panjang tidak berhenti berbuah. Salah satu penyebabnya, POC Hantu Ijo Royo-royo yang memiliki kemampuan menjadikan unsur hara di dalam tanah mudah diserap oleh tanaman, selain itu sifatnya yang amfoter, POC mampu mengubah kondisi tanah menjadi netral, racun dan keasaman dalam tanah akan berubah menjadi netral, shingga pupuk yang ada di dalam tanah akan mudah terserap. Bukan sekedar membuat kondisi tanah semakin baik, tetapi POC Hantu Ijo Royo-Royo juga memiliki kekuatan sebagai buffer antijamur dan antibakteri negatif, sehingga tanaman akan sangat jarang terkena jamur dan bakteri.

Apalagi jika kita menggunakan ZPT Hantu Ratu Biogen dan NPK Jagotani, yang memang memiliki fungsi hormonal, yang mampu mendorong hara yang diserap tanaman menjadi maksimal, yang digunakan oleh tumbuhan dalam masa vegetatif maupun generatif. Artinya potensi sekecil apapun akan menjadi luar biasa jika sudah ketemu dengan Jimmy Hantu.

Itulah, mengapa kacang panjang terus menerus berbuah, bahkan bukan sekedar berbuah tetapi sangat lebat, dan bobotnya juga lebih berat. Nah, kenapa ragu untuk segera beralih memilih Jimmy Hantu sebagai partner dalam dunia pertanian anda. Mari sukses bersama dalam dunia pertanian bersama dengan kami.

Sumber : http://jimmyhantu.com/petani-bosan-panen-kacang-panjang/

Kisah Pak Kosim Petani Cabai Kalimantan Timur

Cabe adalah tanaman yang memerlukan biaya mahal untuk proses budidaya, namun dibalik itu semua akan mendapatkan untung berlipat ganda jika berhasil. Sehingga, setiap daerah seperti berlomba untuk menannamnya.

Mas Kosim biasa dipanggil di desa Sebulu Kalimantan Timur, petani muda alias unyu-unyu dalam pertanian, apalagi urusan tanam menanam cabe. Di awal tanam cabe, tetangga dan orang tuanya yang tentunya lebih senior dalam pertanian sering membully bahkan jatuhnya sudah sumpah serapah bahwa dia tidak akan berhasil melewati proses tanam cabenya.

Tekat itu begitu kuat, sehingga Mas Kosim tetap saja nekat tanam cabe, memang di awal usia tanam omongan orang-orang tersebut serasa akan menjadi kenyataan, kerena cabe sudah mulai terserang trips dan tumbuhnya tidak maksimal. Untung tak dapat diraih sial tak dapat elak, umur cabe 25 hari, Mas Kosim secara tidak sengaja ketika mau belanja obat di toko melihat mobil Jimmy Hantu sedang berhenti dan dari situlah perkenalan dengan Jimmy Hantu dimulai.

Akhirnya, Mas Obet (team sales Jimmy Hantu) menawarkan diri untuk melihat lahan. Tidak terlalu sulit bagi team untuk memberikan rekomendasai pendekatan ala Jimmy Hantu baik pemupukan yang baik maupun penggunaan pestisida nabati Jimmy Hantu.

Dengan konsistensi dan penuh sabar Mas Kosim menerapkan apa yang telah dibuat dan diresepkan oleh team Jimmy Hantu, beriring waktu berjalan, akhirnya semua yang awalnya mencemooh berubah menjadi pujian, meskipun unyu-unyu tetapi bisa tanam cabe.

Sumber : http://jimmyhantu.com/kisah-pak-kosim-petani-cabai-kalimantan-timur/

Manfaat Biji Mahkota Dewa Sebagai Pestisida Alami

Biji dari tanaman mahkota baladewa merupakan bagian tanaman yang memiliki kandungan racun cukup tinggi. Kandungan utama yang terdapat pada tanaman ini ialah saponin. Senyawa ini telah diteliti dan diketahui sangat efektif untuk pengendalian hama keong mas, yang kita tau sebagai salah satu hama pada tanaman padi.

Dari hasil beberapa penelitian menunjukan bahwa ekstrak dari biji tanaman mahkota dewa memiliki tingkat efektifitas lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak rerak jika dimanfaatkan sebagai molukisida nabati. Hal ini disebabkan karena kandungan saponin yang dimiliki oleh tumbuhan mahkota baladewa lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan yang dimiliki oleh tanaman rerak.

Selain memiliki sifat moluskisidal, saponin juga bersifat fungisidal, baterisidal, dan antiviral. Selain dimanfaatkan untuk pengendalian keong pada tanaman padi. Diharapkan tumbuhan mahkota baladewa juga dapat dimanfaatkan sebagai pengendali OPT lain yang kerap kali menyerang tanaman padi.

Untuk pembuatan pestisida nabati dari tanaman mahkota baladewa cukup mudah.
– Giling atau tumbuk 100gr biji mahkota baladewa hingga halus.
– Rendam biji yang telah halus dalam 250 ml air selama 24 jam.
– Saring air tersebut agar tidak menyumbat pada nozel penyemprot.
– Tambahkan 50ml minyak tanah/solar dan 5-10gr sabun colek.
– Aduk hingga homogen.
– Larutkan dalam 10 liter air.
– Tambahkan POC Ijo Royo-Royo 10ml/2l air
– Pestisida nabati siap digunakan.

Secara umum pemanfaatan pestisida nabati memiki prospek yang cukup menjanjikan. Hal ini cukup relevan karena proses pembuatan formula ini tidak membutuhkan teknologi tinggi dan bahan aktif yang dimiliki mudah terurai (bio-degradable) sehingga memiki sifat yang bersahabat dengan lingkungan dan tidak membahayakan bagi manusia.

Pestisida nabati memiliki peran sebagai penghambat nafsu makan pada serangga. Sehingga dapat meminimalisir kerusakan pada tanaman. Keunggulan lain yang dimiliki pestisida nabati yaitu memiliki spectrum pengendalian dengan cakupan yang cukup luas dan dapat digunakan sebagai pengendalian hama yang telah resisten terhadap insektisida sintetis. Karena memiliki tingkat toksisitas terhadap mamalia cukup rendah. Maka dari itu insektisida nabati ini sangat aman bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan.

Perhitungan Perkiraan Produksi Padi “Jimmy Hantu”

Dalam hal budidaya padi, hasil panen yang berlipat ganda dari hitungan normal menjadi impian yang dimiliki oleh petani padi. Mayoritas petani belum menguasai teknik perhitungan dalam budidaya padi yang mereka garap. Selama ini petani melakukan perkiraan produksi hanya dengan pengamatan visual dan penaksiran produksi oleh pemborong yang cenderung memiliki hasil subjektif dan tingkat keakuraatan sangat kecil.

Ada beberapa metode ilmiah yang dapat digunakan untuk melakukan metode perkiraan produksi padi. Kami akan memberikan uraian 2 metode sederhana yang sering digunakan untuk menentukan dan perkiraan produksi padi.

  1. Metode Ubinan

Metode ini paling sering digunakan untuk memperkirakan produksi padi. Metode umbinan menggunakan sampling dari hasil panen dengan luas tertentu (2,5 x 2,5 m). Metode ini sering dilakukan petugas dari dinas pertanian ataupun petugas dari perusahaan pestisida, pupuk, alsintan petanian untuk pengukuran produksi pada saat kegiatan panen raya ataupun kegiatan besar lainnya. Pada metode ini dilakukan pada padi yang sudah siap dipanen. Waktu yang  biasa digunakan untuk teknik ini pukul 09.00 – 12.00.

Alat utama yang digunakan untuk metode ini, antara lain :

  1. Square umbinan (uk 2,5 x 2,5 m), atau menggunakan alternatif  tali, bambu, dan besi berukuran 4 persegi.
  2. Ukuran yang digunakan harus sesuai dengan jarak tanam padi yang dipakai (lihat di tabel).Faktor Pengali
  3. Alat untuk panen (arit dan sabit bergerigi).
  4. Terpal untuk penampungan hasil panen.
  5. Alat perontok gabahbermesin ataupun manual.
  6. Alat timbang (gantung / duduk).
  7. Tampah
  8. Karung.
  9. Alat tulis.

Cara melakukan metode ini :

  • Tentukan 2 atau 3 titik lokasi ubinan pada lahan yang akan diukur secara acak.
  • Jangan menggunakan tanaman padi yang berada pada bagian pinggir/tepi sebagai titik sampling ubinan.
  • Tempatkan square ubinan pada titik yang telah ditentukan. Perhatikan batas titik tepi alat ubinan diusahakan berada pada titik tepi rumpun padi.
  • Panen per titik bagian yang sudah ditandai alat ubinan.
  • Letakkan hasil panen pada terpal, kemudian rontokkan.
  • Pisahkan gabah dengan jerami menggunakan tampah dan masukkan dalam karung.
  • Timbang dan lakukan pencatatan pada setiap titik hasil ubinan.
  • Lakukan kembali langkah-langkah diatas untuk titik lainnya.

Cara menghitung :

  1. Pada setiap titik mendapatkan data sebagai berikut
    • Titik 1 : 5,5 kg
    • Titik 2 : 4,5 kg
    • Titik 3 : 5 kg
    • Rata-rata : 5 kg
  2. Jarak tanam padi digunakan untuk menentukan faktor pengali hasil ubinan. Contoh jarak tanam (25 x 25 cm), maka faktor pengalinya adalah 1600 (lihat tabel).
  3. Rumus Umbinan :
    • Perkiraan Produksi = Bobot ubinan x faktor pengali
    • Perkiraan Produksi = 5 kg x 1.600 = 8.000 kg = 8 Ton
  1. Metode Perhitungan 4 Faktor Komponen Produksi

Perkiraan produksi juga bisa dihitung dengan menggunakan perhitungan 4 faktor komponen produksi, yaitu :

  1. Ukuran jarak tanam
  2. Jumlah anakan produktif per rumpun
  3. Jumlah bulir per malai
  4. Bobot per 1000 bulir

Teknik perhitungan menentukan 4 faktor tersebut adalah sebagai berikut :

  • Perhitungan pada metode umbian dilakukan pada saat tanaman menjelang masapanen, dan bisa juga dilakukan saat jauh hari sebelum tanaman dipanen, sehingga lebih fleksibel dalam melakukan pengukurannya (dengan catatan, jika dilakukan sebelum waktu panen, perhitungan parameter bobot 1000 butir menggunakan bobot standar bulir panen, yaitu sekitar 25 – 30 gram per 1000 butir)
  • Ukuran jarak tanam digunakan untuk menentukan populasi tanaman per hektar.
  • Populasi dihitung dengan rumus = 10.000/(jarak tanam dalam meter)
  • Jumlah populasi per hektar setiap jarak tanam yang digunakan, dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
    No Cara dan jarak tanam Populasi (ha)
    1 Tegel 20 cm x 20 cm 250.000
    2 Tegel 22 cm x 22 cm 206.611
    3 Tegel 25 cm x 25 cm 160.000
    4 Legowo 2:1 (10 cm x 20 cm ) 333.333
    5 Legowo 3:1 (10 cm x 20 cm ) 375.000
    6 Legowo 4:1 (10 cm x 20 cm ) 400.000
    7 Legowo 2:1 (12,5 cm x 25 cm ) 213.000
    8 Legowo 3:1 (12,5 cm x 25 cm ) 240.000
    9 Legowo 4:1 (12,5 cm x 25 cm ) 256.000
  • Jumlah anakan produktif ditentukan dengan cara menghitung jumlah anakan yang mengeluarkan malai
  • Jumlah bulir per malai ditentukan dengan menghitung rata-rata jumlah bulir setiap malai pada rumpun/tanaman sampling
  • Bobot 1000 butir dihitung dengan menimbang bobot 1000 butir gabah dari masing-masing tanaman/rumpun sampling.

Cara perhitungan metode 4 faktor komponen produksi, sebagai berikut :

  • Menentukan 2 lokasi atau titik (titik 1 dan titik 2).
  • Jumlah populasi atau rumpun jika jarak tanam 25×25 cm adalah 160.000 rumpun/Ha
  • Misal lokasi 1:
    – Jumlah anakan per rumpun ada 14 anakan
    – Jumlah bulir per malai ada 118 bulir
    – Jumlah gram per 1000 bulir –> misal rata-rata sekitar 25 gram
  • Misal lokasi 2 :
    – Jumlah anakan per rumpun ada 16 anakan
    – Jumlah bulir per malai ada 110 bulir
    – Jumlah gram per 1000 bulir –> contoh rata-rata 35 gram
  • Rata-rata dari kedua lokasi adalah:
  • – Jumlah anakan (rumpun) = (14+16):2   = 15 anakan
    – Jumlah bulir (malay) = (118+110):2   = 114 bulir
    – Jumlah gram (1000 bulir)    = (25+35):2   = 30/1000 bulir

Rumus  = (jumlah rumpun per Ha) x (jumlah anakan) x (jumlah bulir) x (berat per 1000 bulir)

= (160.000) x (15) x (114) x (30/1000)
= 8.208.000 gram = 8.208 kg/Ha
= 8,208 ton/Ha GKP

Data  diatas merupakan haasil dari beberapa rangkuman dan riset. Semoga bermanfaat dan menjadikan panen anda melimpah.

Cegah Sundep Sebelum Porak-Poranda

Penggerek batang padi putih (Scirpophaga innotata Walker, 1863) adalah ngengat yang termasuk dalam suku crambidae. Larva hewan ini menjadi hama penting dalam budidaya padi. Gejala yang ditemukan sebelum padi berbunga disebut sebagai sundep dan gejala serangan yang dilakukan setelah malai keluar dikenal sebagai beluk” atau “kaper”. Ia ditemukan di Asia tropika, seperti di Indonesia, Pakistan, Filipina, maupun Australia tropika (di bagian utara).

Dalam dunia pertanian, serangga bernama “penggerek” batang padi atau nama lain dalam beberapa daerah. Bisa saja terjadi dari tahap persemaian hingga masa perkembangan. Dalam beberapa kasus didapati lebih dari satu jenis serangga ini yang menyerang padi. Proses penyerangan serangga ini terjadi  bergantian, mengakibatkan kesulitan melakukan pencegahan oleh sebagian petani.

Hama ini menyerang hampir sepanjang tahun di hampir seluruh wilayah indonesia, dengan berbagai populasi padi. Pada tahun 1998 serangan mencapai angka 20,5% dengan luas daerah mencapai 151.577 ha. Berkutang derastis pendapatan yang diakibatkan serangan hama pada tanaman pada fase vegetatif tidak terlalu besar karena tanaman masih dapat melakukan pembaharuan dengan pembentukan anakan baru.

Simulasi saat memasuki fase vegetatif, tanaman dapat melakukan pembaharuan akibat kerusakan dari serangan hama hingga 30%. Tanda-tanda serangan hama  penggerek pada  saat memasuki fase generatif ditandai  dengan munculnya bercak putih dan hampa yang biasa petani menyebutnya dengan beluk. Kerugian hasil yang  terjadi karena serangan hama ini berkisar 1-3%. Kerugian besar terjadi apabila penerbangan ngengat bersamaan dengan tanaman padi yang memasuki masa “bunting”.

Ulat dari hama pengerek ini, ulatnya hidup dalam batang padi. Pada fase  selanjutnya penggerek akan berubah menjadi ngengat yang berwarna coklat ataupun kuning. Kasus yang sering terjadi yaitu dalam 1 anakan terdapat 1 larva. Serangga ini aktif pada malam hari (nocturnal). Larva betina biasanya akan menghasilkan 3 massa telur antara 7-10 hari pada fase kehidupan serangga dewasa. Masa telur serangga penggerek berbentuk cakram tertutup oleh bulu-bulu berwarna coklat terang dari jenis kelamin betina. Pada setiap masa telur terdapat sekitar 100 telur.

Dengan mengidentifikasi gejala-gejala serangan ini, waktu serangan, dan jenis serangga yang menyerang, akan lebih mudah untuk mengambil langkah penanganan cukup mudah. Pengendalian bisa menggunakan beberapa gabungan teknik pengendalian yang saling berhubungan.

Untuk dapat menekan populasi hama tersebut, dengan langkah pengelolaan tanaman, lingkungan sekitar, dan musuh alami. Jika langkah-langkah tersebut dilakukan dengan benar akan dapat memaksimalkan penekanan populasi hama tersebut, secara otomatis akan menyelamatkan padi milik kita.

Berikut beberapa point penting dalam usaha penekanan populasi hama penggerek :

  1. Kultur Praktis
  • Varietas

Walaupun belum ada  jenis / varietas yang tahan pada serangan serangga ini. Namun ada beberapa tanaman yang memiliki sifat cenderung kurang disukai oleh serangga penggerek, menjadikan prosentase serangan pada varietas ini menjadi kecil.

Varietas yang berkarakter semi-kerdil adalah salah satu varietas yang kurang disukai serangga ini. Varietas ini memiliki batang yang pendek, lapisan lignin tebal yang terdapat pada  jaringan batang serta pelepah daun, dengan besarnya sel silika yang dimiliki.

Selain varietas yang kurang disukai serangga penggerek, varietas yang memiliki keunggulan dapat bereproduksi anakan lebih banyak merupakan alternatif penanganan pada serangan penggerek.

  • Waktu Tanam

Tepat dalam waktu penanaman merupakan  langkah untuk meminimalisir serangan hama ini. Karena pada waktu-waktu tertentu penerbangan serangga ini sangat banyak, maka pada waktu lainnya penerbangan serangga ini akan jauh lebih sedikit. Dalam setahun daerah yang memiliki iklim tropis dapat melakukan proses penanaman sebanyak 2-3 kali dalam setahun. Langkah terbaik adalah dengan mengamati penerbangan sundep sebelum melakukan proses tanam. Langkah terbaik dalam proses semai ialah 5-10 hari setelah terjadi puncak penerbangan serangga ini.

Jika tak dapat mengamati proses punccak penerbangan tersebut. Kita dapat mengikuti kalender tanam (pranata mangsa) yang telah ada. Karena kalender tersebut memiliki acuan setelah puncak penerbangan serangga ini.

  • Rotasi

Pada daerah yang beriklim tropis yang terdapat dua musim, memiliki pola umum yang terjadi pada akhir tahun masuk pada masa tanam bere ataupun palawija. Untuk menghindari serangan ini bisa dilakukan rotasi pada tanaman. Dengan menanam secara bergantian komoditas selain padi, berguna sebagai pemutus siklus hidup serangga  ini. Contoh sebagai berikut : (padi,palawija,palawija) atau (padi,palawija,bera).

Langkah  ini  dapat diaplikasikan pada lahan yang menggunakan sistem setengah teknik atupun lahan yang menggunakan sistem tdah hujan. Dan untuk lahan yang memiliki sistem irigasi sebaiknya menggunakan sistem rotasi berkala.

  • Tanah dan Penggenangan

Langkah dalam pengolahan tanah yang tepat dengan merubah lapisan tanah hingga sisa tanaman terpendam, dan digenangi air selama beberapa hari agar larva yang tertinggal yang ada di dalam batang mati dan telur akan gagal untuk menjadi ngengat.

  • Lahan

Sanitasi lahan merupakan hal yang penting untuk proses pembersihan lahan tanam dari serangan sundep/beluk dengan prosentase sedang hingga berat. Langkah yang dilakukan yaitu pemotongan sisa  tanaman hingga pangkal dari batang pohon tersebut, agar pupa yang tertinggal ataupun bertempat tinggal dipangkal batang akan mati.

  1. Pengendalian Mekanik
  • Pemungutan Telur

Tahapan pegendalian kali ini merupakan proses pengambilan telur di persemaian. Langkah ini cukupefektif untuk mencegah sundep yang sedang atau baru pindah (transplantasi).

Keuntungan menggunakan langkah ini sebagai berikut :

  1. Mudah dilakukan untuk lahan semai yang memiliki ukuran terbilang sempit, sebelum tanaman dipindahkan di lahan tanam.
  2. Langkah ini efektif untuk pembersihan pada telur larva yang berjumlah sekitar 200 telur.
  3. Proses pemindahan dari lahan semai ke lahan tanam mengakibatkan tanaman kembali untuk beradaptasi, sehingga mudah diserang oleh larva.
  • Perangkap

Lampu merupakan salah satu perangkap yang sering digunakan untuk ngengat, mengingat serangga ini memiliki ketertarikan terhadap cahaya. Dan siapkan bak  berisi air agar ngengat yang terjatuh diarea lampu akan masuk ke dalam bak yang berisi air. Manfaat lain dari lampu ini adalah untuk menjadi pusat perhatian serangga-serangga lain yang terdapat di area lahan tersebut.

Langkah ini terbilang efektif untuk membaca siklus hama serangga yang menyerang lahan pertanian. Dianjurkan memilih lampu yang berwarna violet untuk lebih menarik serangga  yang adadisekitar area lahan.

  1. Pengendalian Biologi

Langkah ini merupakan pengendalian dengan musuh alami serangga: tersebut antara lain : parasitoid, virus patogenik, dan predator. Pemanfaatan predator dapat menggunakan jangkrik, kelelawar, ataupun laba-laba

Tumbuhan yang berjenis (trichogoramma sp) dapat digunakan sebagai musuh serangga ini. Fungsi dari tumbuhan ini akan menjadi parasit telur serangga penggerek.  Cendawa bisa dimanfaatkan untuk membersihkan serangga tersebut, memiliki virus dan jamur entomopatogenik yang menjadikan tubuh serangga sebagai inang untuk berkembang.

Pengendalian biologis ini cukup banyak digunakan dalam pertanian organik dikarenakan proses penakanan pada serangga cukup kuat, dan tidak berakibat buruk pada tanaman, dan tidak mengganggu ekosistem lingkungan. Langkah ini dapat menggunakan tanaman matahari pada sekitar lahan untuk mencegah serangga.

  1. Pengendalian Kimia & Pupuk Hantu

a. Jenis

Pestisida merupakan keseluruhan bahan yang dapat mematikan (cide) pengganggu (pest). Jenis yang sering digunakan sebagai pengendalian serngga yang menyerang batang padi ialah Insektisida. Jenis insektisida untuk pengendalian ini  antara lain : butiran, cair, ataupun tepung.

b. Sasaran

fase yang dapat dikendalikan dengan insektisida ialah jika penggerek baru memasuki fase larva dan nganget.Penggunaan insektidsida yang memiliki cara sistemikdengan translokasi ke seluruh jaringan. Untuk padi yang masih tergolong muda, atau jika larva yang menyerang baru memasuki fase awal menetas dari kelompok telur.

c. Waktu

Waktu yang tepat untuk proses pembasmian adalah ketika larva baru menetas dari kelompok telurnya. Pengamatan berkala harus dilakukan untuk mengetahui perkembangan larva. Untuk langkah tepat dalam proses pengaplikasian dengan cara membawa kelompok telur larva yang ditemukan di area lahan untuk mengamati proses penetasannya. Untuk aplikasi insek semprot, paling bagus jika dilakukan pada pagi hari, karena saat-saat tersebut  adalah waktu terbukanya mulut daun, sehingga insek dapat diserap sempurna.

d. Dosis

Campurkan insek dosis rekomendasi pabrikan dengan POC IJO ROYO-ROYO (6 tutup botol, ZPT HANTU RATU BIOGEN (4 tutup botol), dan NPK JAGO TANI (4 tutup botol) untuk satu tangki penyemprotan / 15 liter air.

e. Aplikasi

Semrotkan cairan tersebut pada tumbuhan padi secara merata. Penyemprotan paling efektif pada pagi hari  agar diserap dengan maksimal. Untuk rekomendasi aplikasi jika tanaman sudah mulai terserang tanda-tanda sundep, sebaiknya penyemprotan 3 hari sekali.

Rangkuman diatas adalah sedikit  tips dari kami, semoga dapat membantu Anda untuk menangani salah satu hama yang menjadi momok para petani. Terus berusaha dan konsisten untuk mendapat hasil terbaik.

“Srikandi” Jimmy Hantu

Pada tahun 2018, Jimmy Hantu kedatangan salah satu srikandi yang berasal dari Jawa Timur dan bergabung dengan team lapangan (SW). Srikandi ini bernama Edelynna Wirespathi (28th) yang memutuskan bergabung dengan team lapangan tanpa peduli gender ataupun beratnya menjadi pendamping lapangan yang biasanya dilakoni oleh pria. Yang ada dalam benaknya ialah bagaimana ia bisa membantu, mendengar, memeberi solusi dari masalah-masalah yang dihadapi petani.

Tepatnya  hari Rabu (28/03), ada cerita yang sangat membanggakan bagi kami tentang kegigihan srikandi ini dalam tugasnya. Saat ia bertugas di wilayah Kec.Ampel Kab.Boyolali Jawa Tengah, tepatnya di Ds.Ngagrong. Ia bertemu dengan  Ketua Gapoktan  dan Kepala Desa (26/03), untuk mensosialisasikan produk pupuk organik yang kami miliki. Sepakat untuk sosialisasi akan diadakan pada hari Kamis tanggal 29 Maret bertempat di kediaman Ketua Gapoktani. Namun setelah Ketua Gapoktani  tersebut memberikan pengumuman pada  seluruh anggotanya, berbondong-bondong anggota tani tersebut turun untuk berburu Pupuk Hantu di Pasar. Pentani wilayah tersebut sangat antusias dengan Pupuk Hantu, walaupun dalam budaya pertanian yang telah tumbuh dalam wilayah tersebut ialah petani tidak pernah menggunakan produk apapun kecuali pupuk kandang.

Karena sebagian petani sudah tidak sabar menunggu waktu sosialisasi dan ingin secepatnya menggunakan produk ini untuk tanaman mereka. Akhirnya ketua kelompok tersebut menghubungi SW  kami untuk mengadakan sosialisasi hari itu juga, tepatnya satu hari sebelum waktu yang mereka sepakati (28/03). Pukul 21.00 WIB team kami berangkat untuk menemui para petani yang telah siap berkumpul pada lokasi pertemuan. Waktu tak menghalangi semangat srikandi kami untuk menjadi bagian dari petani, mendengar keluh kesah, mendengarkan masalah, dan memberi solusi.

Acara dimulai pukul 21.30 WIB dan dibuka oleh Ketua Gapoktani, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi produk hingga cara pemakaian yang tepat. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh petani, salah satunya adalah bagaimana pengggunaan produk ini secara benar, karena mereka khawatir jika salah penggunaan produk akan memberikan dampak over size pada hasil tanaman mereka. Sriakandi kami memberi keterangan dengan rinci cara pengaplikasian hingga petani paham.

Pada pukul 23.00 team kami baru turun dari lokasi tersebut. Tak peduli waktu untuk membantu petani yang telah kita anggap seagai bagian dari diri kami. Beberapa senior team memberikan apresiasi, semangat, dan nasehat akan kegigihan yang telah dilakukan oleh srikandi Jimmy Hantu.

Akademi Jimmy Hantu, Tracking di Kawah Ratu

Alam Indonesia sangat cocok untuk manusia yang memiliki jiwa petualang dan kepedulian terhadap alam. Survival atau penjelajahan alam merupakan salah satu cara bagaimana kita dapat mengenal dan bersahabat dengan alam. Survival di alam bebas dapat mengasah seberapa tangguh diri ini hidup di alam bebas. Hal tersebut yang baru-baru ini dilakukan oleh peserta “Akademi Jimmy Hantu”.

Setelah selesai pemberian materi indoor dan praktek perkebunan selama lima hari oleh oleh pembimbing. Peserta kemudian melanjutkan training dengan kegiatan penjelajahan alam. Kegiatan ini bertujuan agar peserta lebih tangguh, cekatan, dan siap dalam segala situasi. Mengingat peserta akan menjadi anggota Support Worker untuk Jimmy Hantu, yang notabene akan terjun lapangan dengan berbagai medan serta kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

Perjalanan menuju kawah ratu dimulai pada hari Selasa (20/02). Dengan persiapan yang matang peserta berangkat menggunakan mobil JimmyHantu dengan lima orang pendamping. Perjalanan awal dimulai pukul 09.00 WIB dari markas besar JimmyHantu menuju Curug Ciparay desa Ciasihan untuk persinggahan hari pertama. Setelah sampai lokasi, peserta mendirikan tenda di tengah hutan pinus untuk istirahat dan persiapan penjelajahan esok harinya. Pada malam pertama menjadi momen persaudaraan bagi peserta dan pembimbing. Pasalnya peserta dan pembimbing  mengisi kegiatan malam pertama dengan bekerja sama untuk menyiapkan makan malam sederhana dengan memanfaatkan keong sawah yang menjadi hama bagi petani. Setelah selesai makan malam sederhana, dilanjutkan dengan nasehat ataupun petuah yang diberikan oleh Bp.Komar. Nasehat-nasehat tersebut berisi tentang agama, filsafat kehidupan, maupun cerita pengalaman untuk memotivasi peserta agar menjadi lebih siap.

Pukul 05.00 WIB pesera dan pemembimbing bersiap untuk melakukan perjalanan menuju Kawah Ratu. Perjalanan dimulai pukul 07.30 WIB, dengan semangat peserta memulai perjalanan menuju Kawah Ratu dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Bp.Edy.  Awal perjalanan peserta melalui jalan kampung kemudian melewati persawahan dan perkebunan milik warga. Setelah setengah jam perjalanan, peserta dan pembimbing  mulai memasuki hutan dengan medan yang cukup menguras tenaga. Medan berbatu, lumpur, jalan sempit, bahkan jalur yang sulit dilalui mereka lewati. Mengingat musim hujan dan jalur tracking sengaja dipilih jalur alternatif yang lebih jauh dan jarang dilalui oleh pecinta alam lainnya.

Selama perjalanan semua peserta dan pembimbing bekerja sama untuk berhasil melalui medan tersebut. Beberapa kali perserta beristirahat untuk menghilangkan penat yang menyelimuti tubuh saat perjalanan. Rasa persaudaraan yang erat mereka rasakan ketika  menyantap makan siang sederhana namun sangat nikmat. Setelah makan siang peserta istiraht sejenak dengan bercanda gurau antara peserta dan pembimbing.

Setelah empat  jam perjalanan sampailahpeserta pada pada garis finish perjalanan yaitu Kawah Ratu. Seketika rasa penat dan lelah hilang karna keindahan Kawah Ratu terpampang di depan mata. Setelah puas berfoto dan menimati Kawah Ratu selama 2 jam. Peserta bersiap untuk perjalanan turun, mengingat cuaca mendung menyelimuti awan.

Saat perjalanan kembali pada camp, diiringi oleh hujan yang tidak terlalu lebat. Peserta dibagi menjadi dua team, dengan team pertama berjumlah lima orang dan team kedua sejumlah sepuluh orang. Team pertama berjalan lebih cepat untuk mempersiapkan makan malam di camp. Dan team kedua  berjalan standar seperti awal pendakian. Sampai pada tengah perjalanan dua orang dari team kedua pisah dari rombongan untuk mengejar team pertama. Tak berhasil upaya untuk mengejar team pertama, kedua peserta tersebut nyasar karena salah jalan hingga dua kali berputar-putar area tersebut. Dengan upaya bersuara mereka menemukan lagi dan kembali pada team kedua dan melanjutkan perjalanan. Team pertama tiba pukul 16.00 WIB, disusul team ke dua selisih dua jam.

Esok harinya peserta dan pembimbing bersiap untuk kembali ke  markas JimmyHantu dengan membawa pengalaman dan pelajaran berharga dari alam. Tiba di markas besar pukul 13.00 WIB, kemudian peserta dan pembimbing istirahat untuk mengilangkan kepenatan sebelum beraktifitas  kembali.